Antisipasi Banjir, Pemkot Tambah Frekuensi Pengerukan Sedimentasi Drainase

project pelebaran sungai [Foto:CND]
CENDANANEWS (Balikpapan) – Banjir yang terjadi di beberapa titik tertentu pada pada 6 Maret lalu, membuat pemerintah kota Balikpapan melakukan pencegahan agar tidak terjadi hal serupa, salah satunya dengan melakukan pengerukan sedimentasi pada drainase dan Bendali.
Kepala Dinas Pekerjaan umum pemerintah kota Balikpapan, Tara Alorante mengungkapkan, pengerukan ini rutin dilaksanakan pasca hujan terjadi. Bahkan pihaknya menambah frekuensi pengerukan sedimentasi tidak hanya untuk beberapa titik dalam satu bulan, namun dalam satu minggu ini pengawasan di beberapa drainase dan Bengali terus dilakukan. 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum,
Tara Alorante
Dijelaskan, pengerukan drainase ini dilakukan, agar tampungan air saat hujan di drainase dan Bengali lebih luas dan tinggi sehingga tidak menyebabkan banjir di daerah tertentu. Diketahui, banjir sering terjadi pada kawasan pemukiman sungai Amdal jalan beller. 
“Pengerukan drainase dilakukan oleh Unit pelaksana teknis di beberapa titik, diantaranya Bengali Telagasari, Bendali Melawai dua, drainase Sungai Sepinggan, drainase Meninggal menuju perumahan BDS,” sebut Tara Selasa (14/4/2015).
Tara menjelaskan upaya pengerukan sedimentasi antisipasi banjir jangka pendek sementara dilakukan itu, sedangkan lainnya dengan melakukan pelebaran drainase dan sungai jalannya air, dimana titik titik tertentu yang mengurangi genangan air dn banjir di Balikpapan. “Pengerukan sedimensi terus dilakukan. Upaya lainnya pelebaran drainase dan sungai,” imbuhnya.
Namun demikian, Tara menambahkan, pelebaran drainase dan sungai masih terkendala pada pembebasan lahan milik warga yang letak pemukimannya berdekatan dengan sungai dan drainase yang akan dilebarkan. “Pembebasan lahan jadi kendala dan persoalan yang Sama dalam menangani banjir,” pungkasnya.
Anggaran untuk kegiatan pelebaran dan normalisasi drainase maupun sungai mencegah terjadinya banjir di seluruh titik kota Balikpapan tahun 2015 ini sekitar Rp 80 miliar. 

———————————————–
Selasa, 14 April 2015
Jurnalis : Ferry cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...