Lampung Selatan Masih Jadi Pemasok Kelapa Meski Lahan Menurun

Kelapa Muda [ Foto;CND]
CENDANANEWS(Lampung)– Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung menjadi salah satu pemasok komoditas kelapa dalam di Provinsi Lampung. Mengingat hampir sebagian besar lokasi perkebunan masyarakatnya adalah perkebunan kelapa, selain itu bukti nyatanya yaitu banyak penjualan buah kelapa dalam hingga ke luar daerah yang umumnya dijual ke Pulau Jawa.
Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2015 memiliki potensi kelapa dalam seluas 31.824,50 hektar pada dengan produksi kopra 1,94 ton/ha. Jumlah ini termasuk menurun dibanding tahun tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perkebunan Lampung Selatan Zaelani Bura  mengungkapkan faktor alih fungsi lahan menjadi salah satu pemicu berkurangnya luasan lahan kelapa dalam yang ada di Lampung Selatan.
“Kita lihat di lapangan banyak pohon kelapa di tebang karena permintaan akan kayu merah di Pulau Jawa tinggi, selain itu untuk dialihfungsikan menjadi kebun jagung yang lebih cepat hasilnya,” ungkap Zaelani Bura kepada Cendananews.com Selasa (14/4/2015).
Dari tahun ke tahun luasan lahan yang ada di Lampung Selatan khusus untuk kelapa dalam terlihat mengalami penurunan, luas areal kebun kelapa dalam di 2011 mencapai 34.772 hektar dengan produksi 50.066 ton. Sementara pada tahun  2012 sekitar 34.402,25 hektar dengan total produksi justru meningkat 55.925,51 ton per tahun. Sementara hingga tahun 2015 luasan lahan hanya mencapai 31.824,50 hektar dengan produksi kopra 1,94 ton/ha.
Zaelani menjelaskan luasan lahan kelapa dalam di Lampung Selatan memang tak dipungkiri menurun namun dari segi kualitas bisa dilihat cukup baik itu dibuktikan banyaknya hasil buah kelapa dalam yang penjualannya tidak hanya di wilayah Lampung Selatan baik berupa kelapa utuh, kelapa olahan berbentuk kopra, bahkan juga dalam bentuk kelapa muda. 
Sementara dari masyarakat juga melakukan perawatan pohon kelapa sejak disemai hingga mulai dapat berbuah terbilang tekun. Masyarakat melakukan perawatannya dengan sangat baik, sehingga hasilnya pun melimpah. Itu terbukti dengan banyaknya masyarakat melakukan penjualan hingga ke Pulau Jawa.
Ia berharap agar komoditi buah kelapa dalam di Lampung Selatan tersebut dapat terus dijaga, sehingga unggulan buah kelapa dalam dapat terus dikenal masyarakat. Meskipun banyak warga yang karena kebutuhannya terpaksa menebang pohon kelapa tapi mereka segera menggantinya dengan tanaman baru.
“Ini sangat baik jika dapat terus dipertahankan, dan ini juga terbukti mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya terutama bagi para pembuat kopra dan di musim musim tertentu permintaan kelapa muda pun meningkat terutama saat memasuki bulan puasa” ujar Zaelani.
Tak hanya kelapa dalam, Zaelani pun mencatat produksi yang dicapai pada tahun tahun sebeumnya untuk semua jenis komoditas pertanian sebesar 101.433,36 ton dengan laju pertumbuhan sebesar 1,18 % dan menyerap tenaga kerja petani sebesar 91.880 Kepala Keluarga. 
Kopra
Sementara itu dari pantauan Cendanaews.com, beberapa pelaku usaha untuk kelapa dalam pun cukup banyak di Lampung Selatan. Seperti ditekuni oleh Nasib (45), Heri (34), Jemu (45) warga Desa Pasuruan tersebut mengaku membeli kelapa dari warga setempat untuk dijadikan kopra. Mereka membeli kelapa dalam bentuk butiran lalu diolah menjadi kelapa kopra dengan sistem penjemuran atau digarang menggunakan api.
“Kalau lagi musim panas seperti ini kami menggunakan sistem penjemuran manual dengan panas sinar matahari, kalau musim hujan menggunakan garangan,” ungkap Nasib.
Selain memiliki kebun sendiri seluas satu hektar, Nasib mengaku masih membeli kelapa dari kebun warga bersama dua anaknya menggunakan sistem sengget. Usaha tersebut ditekuninya sejak tahun 2000 dan terus dilakukannya hingga sekarang. Kopra yang sudah dibuat oleh Nasib dan Heri selanjutnya akan diambil oleh para pengepul untuk dikirim ke pabrik. 
Selain tiga orang yang menekuni usaha kopra berbahan baku kelapa, HAndoko (37) merupakan salah satu warga di Penengahan yang melakukan pengiriman kelapa ke Bekasi dan Jakarta. Ia mengaku mengirim kelapa rata rata per minggu sebanyak 12.000 butir yang diambilnya dari beberapa Kecamatan di Lampung Selatan.
“Kita kumpulkan sedikit sedikit lalu kita kirimkan jika jumlahnya sudah cukup banyak dan rutin hampir tiap minggu kami mengirim ke Jawa,” ujar Handoko.

———————————————–
Senin, 13 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...