CENDANANEWS – Warga Dusun Dirun Desa Singomerto, Singomerto, Sigaluh, Banjarnegara baru-baru ini, mengadakan kerja bakti dalam rangka membuka jalan usaha tani. Puluhan warga yang terdiri dari pemuda dan orang tua bahu membahu membuka dua jalan yang menghubungkan jalan puntuk asem menuju hutan mainan, serta jalan puntuk asem menuju jalur jalan persatuan hutan sepanjang 1,6 km.
“Seminggu dua kali kami mengadakan kerja bakti mebuka jalan usaha tani bantuan dari pemkab Banjarnegara, jalan yang semula tanah dan licin kini di sulap menjadi jalan makadan dan bisa dilewati sepeda motor sehingga mampu membuka jalan bagi petani menuju ke kebun untuk berbagai keperluan,” kata Ketua Kelompok tani Mangulir Budi Trisno Winoto.
Trisno menambah jalan tersebut menurutnya merupakan jalan yang digunakan bagi petani untuk beraktifitas, hampir satu kadus memanfaatkan jalan tersebut.
“Beberapa ruas jalan sudah bisa digunakan untuk berlalu lintas, beberapa petani bahkan sudah memanfaatkan jalan tersebut untuk sirkulasi pupuk ke kebun mereka. Dalam sehari biasanya petani hanya satu kali ke kebun namun ketika jalan makadam selesai mereka bisa lebih dari lima kali menggunakan sepeda motor,” tambahnya.
Trisno menambahkan lokasi jalan usaha tani yang berada di lereng lereng juga sempat membuatnya khawatir terjadi longsor dan akan kembali merusak jalan yang sduah jadi, sehingga pihkanya setelah itu ada program talud di sekitar jalan usaha tani.
“Saat ini sudah 90 persen lebih jalan usaha tani ini di selesaikan, tinggal beberapa meter jalan menuju hutan mainan, mudah mudahan selesai dalam beberapa hari,” harapnya.
Pembangunan jalan usaha tani yang menjadi urat nadi perekonomian petani di Dusun Dirun tersebut dimulai awal bulan Desember lalu dan diharapkan pertengahan bulan maret ini selesai.
Sementara kepala dusun dirun Sumardi menambahkan Kesadaran dan keinginan yang kuat dari masyarakat menjadi modal kuat untuk melakukan kerja bakti gotong royong atau sering dalam istilah desa di sebut Gugur Gunung.
“Warga juga ikhlas ketika tanahnya terkena proyek pembangunan jalan usaha tani, keinginan yang kuat untuk memiliki akses jalan yang representatif membuat warga semnagat menyumbangkan tenaga,pikiran dan tanahnya untuk dipakai jalan usaha tani,” Sumardi.
Sumardi menambahkan hampir semua warga di dukun Dirun merupakan petani sehingga keberadaan jalan usaha tani sangat membantu untuk meningkatkan perekonomiannya.
“Sebagain warga disini petani terutama buah buahan, yang special tentunya durian dirun yang mempunyai ratusan varietas, selain durian disini juga terdapat tanaman buah manggis, duku, dan salak,” kata Sumardi.
Uniknya meski dusun Dirun terkenal dengan duriannya, namun salak merupakan komoditas terbesar petani dalam rangka peningkatan ekonomi. “setiap hari petanni bisa memanen salak, sedangkan durian hanya musiman saja sehingga salak merupakan komoditas utama petani disini,” pungkas sumardi.[jatengprov]
———————————————————-
Senin, 9 Maret 2015
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-