CENDANANEWS (Yogyakarta) – Setelah beberapa hari berada di Provinsi Yogyakarta dengan berbagai kegiatan dalam rangka masa reses, hari ini, Sabtu (14/3/2015) melanjutkan rangkaian kegiatannya guna menjaring aspirasi warga. Kegiatan “Jaring Aspirasi” ini dilaksanakan di Desa Giri Purwo Kecamatan Giri Mulyo, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo.
Acara Jaring Aspirasi di Kecamatan Girimulyo diikuti oleh kurang lebih 200 orang meliputi perwakilan daerah TUTI (pembantu bupati) wilayah utara yaitu Kec Samigaluh, Kalibawang, Nanggulan serta Girimulyo sebagai tuan rumah.
Acara dibuka dengan pemaparan dari Sukarman, Ketua DPD Golkar Kulon Progo yang juga anggota DPRD Provinsi DI. Yogyakarta. Dalam paparannya, Sukarman menjelaskan kedatangan Titiek Soeharto adalah dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR/MPR RI.
“Rawuh-nya (kedatangan, red) beliau ke Kulon Progo secara umum mempunyai tugas menerima, menanggapi, dan memeperjuangkan aspirasi dari konstituennya di tingkat bawah,” demikian Sukarman menjelaskan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Suharyono yang menjabat sebagai PK (Pimpinan Kecamatan) Kec Girimulyo, tampak juga kehadiran dari kalangan internal Partai Golkar, Wisnu Prasetyo anggota DPRD Tk II Kulon Progo.
Dalam kesempatannya memberikan arahan kepada peserta, Titiek menjelaskan bahwa pemerintah menganggarkan 32 Triliun untuk sektor pertanian.
Seperti acara sebelumnya, acara hari ini juga dilengkapi dengan sesi dialog antara Titiek Soeharto dan warga. Salah seorang peserta dari Nanggulan, Budiharjo yang mewakili 67 kelompok tani menjelaskan kelompok tani ini bertugas untuk pengamatan dan penanggulan hama.
“Kami memiliki kendala belum adanya armada roda tiga (motor dengan bak di belakangnya, red) untuk pengendalian hama. Setiap regu beranggotakan 40 orang,Bu. Dan kendala yang kami hadapi adalah jangkauan yang luas dengan personil terbatas apalagi jika terjadi serangan hama,” ujar Budiharjo.
Titiek Soeharto menanggapi dengan menyampaikan, dengan anggaran yang sudah ada diharapkan pemerintah kabupaten setempat bisa melakukan langkah konkrit untuk para petani. Titiek juga sangat memperhatikan keberadaan kelompok tani Wanita.
“Kelompok tani wanita sangat penting sebab akan menjadi penyokong soko guru keluarga, jadi ini harus mendapat perhatian,” ujar Titiek.
Sementara terkait permasalahan sosial yang berkaitan dengan Kamtibmas, Titiek mengungkapkan kesedihannya. Legislator dari Partai Golkar ini merasa sedih terutama semenjak adanya reformasi, banyak sekali kaidah dan etika di Indonesia sebagai orang Timur bergeser.
“Tak hanya bergeser melainkan kebablasan. Pedoman nilai Pancasila tersisih oleh kemajuan zaman dan tehnologi, yang tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang apa itu etika sebagai warga negara yang seharusnya menjunjung tinggi nilai luhur Pancasila. Ini adalah pekerjaan rumah bagi semua pihak, dan harus dimulai dari keluarga, dengan mengajarkan nilai-nilai etika yang benar, ilai-nilai luhur Pancasila” ujar Titiek.
Dalam kesempatan ini juga, Titiek Soeharto berkesempatan memberikan bantuan pompa air, bibit unggul dan bantuan bibit ternak kambing jenis Peranakan Etawa (PE). Pemberian bantuan tersebut dimaksudkan untuk peningkatan usaha pertanian dan pemberdayaan keluarga.
Seusai kegiatan di Samigaluh, Titiek Soherto akan melakukan temu Kader Golkar Balai Langit, Sentolo, Wates Kulon Progo.