Gedung Nasional Toboali, Simbol Kegotong Royongan

CENDANANEWS – Bangunan tua nan kekar yang terletak di pusat Kota Toboali Ibukota Kabupaten bangka Selatan ini dikenal masyarakat Toboali dan sekitarnya dengan nama Gedung Nasional Suhaili Toha Toboali. Gedung yang terletak di jalan jenderal Sudirman Kelurahan Toboali Kota, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan ini adalah karya besar masyarakat Toboali dan sekitar.
Dengan semangat gotong royong yang merupakan warisan dari nenek moyang bangsa ini dan ciri khas bangsa ini, masyarakat Toboali berhasil membangun sebuah gedung Nasional yang terletak di jantung Kota Toboali.
Berdasarkan cerita dari Sekretaris Pembangunan Gedung Nasional semasa hidup Mohammad Ali Budjang, gedung nasional selesai dibangun pada tahun 1951. ” Dananya berasal dari sumbangan masyarakat Toboali dan sekitar. Termasuk para karyawan PT. Timah yang bekerja di unit Toboali. Dan sumbangan yang diberikan masyarakat bukan hanya dalam bentuk uang saja, namun ada yang berbentuk pasir, batu, kayu sesuai dengan kemampuan masyarakat sendiri. Pembangunan gedung nasional itu murni swadaya masyarakat Toboali dan sekitar,” cerita Mang Ali saat itu.
Ide pembangunan gedung Nasional Toboali berasal dari ide dan pemikiran Wedana Toboali saat itu R. Abdullah. Sebagai Wedana, R. Abdullah merasa sudah saatnya Toboali untuk memiliki gedung pertemuan yang representatif mengingat Toboali saat itu belum memiliki gedung pertemuan yang mampu menampung orang dalam jumlah yang banyak.” Sebagai Wedana, beliau berpendapat bahwa sudah selayaknya Toboali memiliki gedung pertemuan yang representatif mengingat Toboali adalah Kota terbesar setelah pangkalpinang dan Sungailiat. Pada sisi lain berbagai kegiatan yang dilaksanakan seringkali melibat masyarakat dalam jumlah besar,” ujar M. Ali Budjang.
Pembangunan gedung yang memakan waktu pengerjaan sekitar 24 bulan itu dikerjakan oleh kontraktor asal Toboali Lie Yung. Sementara desain kontrusksinya dibuat oleh karyawan PT Timah wilasi Toboali bagian bangunan M. Yusuf Bahir. Dan yang amat membanggakan, Gedung Nasional Toboali ini merupakan Gedung Nasional pertama yang dibangun di daerah Kepualauan Bangka Belitung.
Dalam perjalanannya Gedung Nasional bukan hanya digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat Toboali dan sekitar semata, namun gedung hasil swadaya masyarakat ini kerap digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian dan perhelatan pasar malam. Pada era tonil masih jadi idola, berbagai grup Tonil dari berbagai daerah sekitar tahun 1960 kerap tampil di gedung nasional ini.
Gedung yang sempat berganti nama menjadi gedung Suhaili Toha sebagai bentuk pernghormatan terhadap salah satu Pahlawan Toboali ini  dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olahraga. Berbagai pertandingan bulutangkis acapkali digelar di dalam gedung ini. berbagai perhelatan pertemuan berbagai organisasi acapkali menjadikan gedung nasional sebagai lokasi pertemuan mengingat daya tampung yang dimiliki gedung ini amat memadai.
Kini di era Toboali sebagai Ibukota Bangka Selatan gedung nasional sebagai simbol semangat gotongroyong masyarakat amat ramai pada malam hari. Sejumlah anak-anak muda Toboali dan sekitar menjadikan halaman depan gedung ini sebagai pusat berkumpul dan bercengkrama dan bertukarpikiran dan pandangan sembari menikmati kopi dan makanan ringan yang dijajakan pada pedagang yang mulai ramai saat matahari mulai tenggelam. Ditemani cahaya sang rembulan yang menerangi gedung itu kita berharap kongkow-kongkow para kaum muda Toboali dan sekitarnya akan mampu memberikan konribusi dan melahirkan kreativitas kolektif sebagaimana yang pernah diaplikasikan masyarakat Toboali dalam membangun gedung Nasional ini puluhan tahun silam.
Gedung Nasional Toboali bukti sejarah bahwa dengan semangat kegotongroyongan, apapun bisa terjadi. Dan itu adalah simbol luhur bangsa ini.
———————————————–
Sabtu, 14 Maret 2015
Penulis : Rusmin Toboali
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————-
Lihat juga...