Warga Kemang Selatan Curhat ke Titiek Soeharto: Kalau Hujan Kebanjiran

Editor: Koko Triarko

JAKARTA, Cendana News – Saat menyambangi warga Kelurahan Bangka, Kemang Selatan, Jakarta Pusat, Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) menuai curhatan (curahan hati) para warga yang sering kebanjiran.

Menjelang Lebaran 2022, Titiek Soeharto menyambangi sejumlah warga permukiman padat di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (30/4/2022).

Putri Presiden ke-2 RI, HM Soeharto tersebut datang untuk memberikan bantuan sembako yang sangat dibutuhkan oleh keluarga kurang mampu jelang Lebaran 2022 ini.

Titiek Soeharto menyambangi warga di Kampung Empang RT 007, RW 006, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kemudian, warga di Kelurahan Bangka, Kemang Selatan, di RT 002, RW 003, Jakarta Pusat.

Di dua lokasi tersebut, Titiek Soeharto membagikan masing-masing 75 paket sembako.

Adapun pembagian paket sembako dari Keluarga Besar HM Soeharto tersebut berlangsung terpusat di teras Mushola Al-Muhajirin.

Warga yang sebagian besar sudah lanjut usia (lansia) duduk di teras mushola. Dan, antusias menyambut kedatangan Putri Cendana Titiek Soeharto.

“Assalammuallaikum, Ibu-ibu. Sehat? Perkenalkan, saya Titiek. Putri Pak Harto. Ibu-ibu masih ingat dengan Pak Harto, kan? ” kata Titiek Soeharto, saat menyapa para warga lansia.

“Ya, masiih. Pak Harto sangat perhatian. Terima kasih sudah dikunjungi Bu Titiek hari ini. Di sini kami kerap kebanjiran kalau hujan besar, suka ngungsi. Karena, air meluap deras,” jawab seorang ibu, yang sontak didukung para ibu yang lain.

Titiek Soeharto membagikan sembako pada Ibu Caca, warga RT017 RW 008, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (30/4/2022). Foto: Istimewa

“Ini ada sembako dari keluarga Pak Harto. Semoga bermanfaat bisa membantu di masa pandemi ini. Mohon keikhlasannya mendoakan Pak Harto dan Ibu Tien,ya,” kata Titiek.

Perbincangan terus berlanjut, bercerita kisah mereka tentang rumahnya yang sering kebanjiran saat hujan deras.

“Tiap hujan gede pasti rumah kami kebanjiran. Ketinggian air hingga atap rumah,” ujar seorang ibu sambil menunjuk atap rumahnya yang berada tepat di depan Mushola Al-Muhajirin.

Titiek Soeharto pun menyampaikan rasa prihatinnya demi mendengar kisah para lansia itu. Dan, berpesan agar selalu bersabar dan berdoa pada Allah SWT.

Titiek Soeharto kemudian menemui seorang nenek bernama Marsiah (77). Rumah sang nenek berada di dekat Mushola Al-Muhajirin.

“Nenek rumahnya suka kebanjiran juga, ya?” tanya Titiek Soeharto.

“Ya, kabel listrik di atas atap genteng lewat sama air. Saya suka ngungsi ke rumah tingkat itu,” ujar Nenek Marsiah sambil menunjuk ke arah rumah tingkat di samping Mushola.

Titiek Soeharto tampak dengan sabar dan prihatin menerima semua keluh kesah warga Ibu Kota Jakarta tersebut.

Sementara itu, Ketua RT003, RW 002, Muhidin Junaidi menyampaikan terima kasih atas perhatian Titiek Soeharto.

“Ini bulan baik, supaya dihijabah oleh Allah SWT atas kebaikan Ibu Titiek yang memberikan bantuan kepada warga kami,” ujar Muhidin.

Ia menyampaikan wilayahnya memang kerap kebanjiran. Padahal, berada di tengah kota yang berdekatan dengan perumahan elit.

“Inilah keadaan wilayah kami. Kalau hujan, Pak RT-nya bingung. Karena, surut air hujan bisa tiga hari,” kata Muhidin.

Kasihan warga ada yang dari atap kalau kita mau evakuasi. Kalau masuk rumah nggak bisa. Evakuasi pakai tambang turun ke bawah. Ketinggian air sampai dua meter, imbuh Muhidin.

“Cuaca hari ini mendung dan tadi sempat hujan. Saya sempat takut banjir ada kunjungan Ibu ke sini. Alhamdulillah, hujannya reda,” ujar Muhidin.

Lihat juga...