Titiek Soeharto Prihatin Lihat Warga Johar Baru, Begini Kondisinya

Editor: Koko Triarko

JAKARTA, Cendana News – Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) prihatin melihat kondisi warga di Kampung Johar Baru, Jakarta Pusat. Selain tinggal di rumah sempit dengan banyak keluarga, warga Ibu Kota Jakarta tersebut juga hidup dalam kekurangan.

Titiek Soeharto bahkan terkejut saat memasuki sebuah rumah warga lansia di Kampung Johar Baru RT RT 017, RW 008.

“Ya, Allah. Ibu tinggal sama siapa di sini?” tanya Titiek Soeharto, kepada warga lansia di Johar Baru, Tuti.

Lansia berusia 60 tahun itu pun menjawab dengan santun.“Saya tinggal berempat sama anak dan cucu. Ya begini kondisinya, Ibu. Ini kos-kos cuma sekamar, sempil-sempilan,”  kata Tuti.

Tampak dengan trenyuh Titiek Soeharto kemudian memberikan paket sembako kepada Tuti.

“Sehat-sehat ya, Bu. Semoga sembako ini bisa membantu dan bermanfaat,” ujar Titiek Soeharto.

Putri Presiden Soeharto mengunjungi Kampung Johar Baru dalam rangkaian kegiatan sosial pembagian paket sembako di tiga permukiman padat penduduk Ibu Kota Jakarta, Sabtu (30/4/2022).

Sebanyak 75 paket sembako dari Keluarga Besar HM Soeharto dibagikan kepada warga kurang mampu di Kampung Johar Baru.

Sebelumnya, paket sembako dengan jumlah yang sama diberikan kepada warga kurang mampu di Kampung Empang, Cijantung, Jakarta Timur. Dan, di Kampung Bangka, Kemang Selatan, Jakarta Pusat.

Usai menyambangi Bu Tuti, Titiek Soeharto beranjak menuju rumah warga lainnya.

Menyusuri gank-gank sempit Kampung Johar Baru, Putri Cendana kemudian sampai di rumah Komariyah, lansia berusia 71 tahun. Rumah kontrakan Komariyah berbahan kayu dan tampak sudah reyot.

Titiek Soeharto menyapa dengan ramah dan memberikan paket sembako.

“Ini ada sembako dari Pak Harto. Mudah-mudahan bisa membantu Ibu, ya. Mohon keikhlasan mendoakan Pak Harto dan Ibu Tien ya, Bu. Masih ingat Pak Harto, kan?” tanya Titiek Soeharto.

“Iya, ingat saja saya mah sama Pak Harto. Pemimpin yang baik, ngayomi rakyatnya. Terima kasih bantuannya Ibu Titiek. Berkah buat saya,” ujar Komariyah, yang kedua matanya sudah katarak.

Titiek Soeharto pun meminta kepada Ketua RT setempat untuk mendaftarkan Komariyah ke yayasan. Agar bisa operasi katarak gratis.

Mendengar hal itupun Komariyah tampak senang. “Iya. Dari dulu saya pengen operasi. Tapi, nggak punya uang. Alhamdulillah, Ibu Titiek memudahkan kesembuhan mata saya,” kata Komariyah, lirih.

Kunjungan Putri Cendana berlanjut hingga bertemu warga lain yang juga memprihatinkan. Seorang ibu yang menderita gondongan, dengan kondisi rumah yang mengharukan.

Teras rumah warga lansia itu berada di atas sungai, berbahan kayu-kayu bekas yang disusun. Jika hujan besar, sungai meluap dan merendam teras reyot itu.

“Ibu mudah-mudahan sehat, ya. Ini sembako semoga bisa meringankan,” kata Titiek Soeharto.

Kunjungan Titiek Soeharto di Kampung Johar Baru berakhir di rumah Bu Caca. Lansia ini berbadan  kurus kering dan terlihat sedang tidak sehat.

Rumah Bu Caca sangat kecil, dan terlihat berantakan dari mulai bagian terasnya.

Berbagai kondisi memprihatinkan itu tak membuat Putri Presiden Soeharto ini tampak risih.

Sebaliknya, dia justru tampak akrab dan lebih ringan mengulurkan tangan. Dan, mengajak mereka untuk foto bersama.

Sementra itu Ketua RT017, RW 008 Kampung Johar Baru, Harun Fadillah mengaku senang atas kunjungan Titiek Soeharto.

Harun mengucapkan terima kasih, dan mendoakan kebaikan untuk keluarga Pak Harto.

“Alhamdulillah, senang sekali dan bersyukur. Mudah-mudahan dari bantuan keluarga Pak Harto ini warga kami bisa terbantu. Dan, mudah-mudahan bahagia semua,” ujar Harun.

Lihat juga...