Jaring Aspirasi di Sentolo, Titiek Soeharto Memberikan Bantuan Benih Padi Unggul

CENDANANEWS (Yogyakarta) – Setelah melakukan kegiatan “Jaring Aspirasi” di Balai Desa Giri Purwo Kecamatan Giri Mulyo Kabupaten Kulon Progo, anggota DPRI RI dari fraksi Golkar Titiek Hediati Soeharto melanjutkan kegiatan yang sama di Balai Langit Sentolo Kulon Progo, Sabtu (14/3/2015).
“Jaring Aspirasi”  di Sentolo dihadiri oleh anggota fraksi Golkar Drs Suharto, Mujiman, Wisnu Prasetyo, Drs Sasmito Hadi,dan ketua Fraksi Golkar Widyanto Spd. Selain itu juga hadir kader Golkar dari Kecamatan Sentolo, Kecamatan Pengasih, Kecamatan Kokap , Kecamatan Lendah.
Ketua Fraksi sekaligus penyelenggara Jaring Aspirasi di Sentolo, Widyanto Spd menceritakan saat itu dirinya masih menjadi kepala Desa Kalibiru Kokap.  Widyanto menambahkan bagaimana saat kepemimpinan Presiden Soeharto begitu berwibawa, tegas dan cepat menentukan keputusan sebagai seorang pemimipin.
“Saat waduk Sermo  masih dalam tahap dibangun awalnya tidak ada jalan yang melingkari waduk tersebut dan tidak ada dalam rencana. Tapi dengan inisiatif  Pak Lurah setempat, memberanikan diri menemui Pak Harto untuk meminta dibuatkan jalan, ” ujar Widyanto.
Presiden Soeharto hari itu juga meminta kepada menteri Pekerjaan Umum yang saat itu dijabat Radinal Mochtar untuk membuat jalan. Berkat keputusan tegas dari Presiden Soeharto itulah terwujud jalan yang panjangnya  mencapai 14 kilometer. Sungguh membanggakan karena pengerjaan jalan selesai bersamaan dengan peresmian waduk Sermo.
Jasa dan peran Presiden Soeharto dalam bidang infrastruktur benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kulo Progo baik dalam bidang infrastruktur jalan maupun penunjang untuk pertanian berupa waduk Sermo.
Sementara itu Titiek Soeharto sebagai wakil ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perikanan, kehutanan dan pangan berkeinginan untuk bisa kembali melakukan swasembada beras, swasembada pangan. Menurutnya anggaran yang besar untuk pangan kurang lebih sampai 35 triliun harus dikawal. 
“Dari berbagai daerah yang saya kunjungi, semua keluhan masyarakat terutama petani selalu seragam dan merata terkait keluh kesah soal pupuk, harga beras naik padahal kita adalah negara yang dibangun dengan dasar agraris,” ujar Titiek Soeharto.
Titiek mencontohkan masalah yang dihadapi petani dimana banyak sekali penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa okmun yang mempermainkan petani dengan cara mengganti kemasan pupuk bersubsidi dengan kemasan pupuk non subsidi sehingga bisa dijual dengan harga pupuk non subsidi.
“Karena itu berkali-kali saya tegaskan agar pemerintah saat ini, dalam melakukan distribusi pupuk harus menggandeng TNI dan aparat agar tidak ada penyelewengan dalam proses distribusi pupuk bersubsidi.” tegas Titiek. 
Menyinggung soal perikanan Titiek S menegaskan terkait adanya bantuan untuk kelompok budidaya perikanan,  sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan aspirasi dari para konstituen. Apalagi mendengar keluhan dari warga untuk memperoleh bantuan selalu berbelit belit dan saling lempar.
Kusdiraba
Ketika dialog berlanjut ke topik olah raga, Kusdiraba (55), salah satu kader Golkar yang juga Ketua KONI dari Dayaan Pengasih mengeluhkan keberadaan Stadion Cangkring yang perlu mendapat perbaikan.
“Kami mengharapkan Kabupaten Kulon Progo memiliki gedung olahraga in door. Sedangkan Untuk peningkatan pembangunan Stadion Cangkring, Dana anggaran 10 Miliar di mana 7 Miliar dari Provinsi dan 1 Miliar dari kabupaten, jadi masih kurang 2 Miliar sehingga kami mohon diperjuangkan,” ujar Kusdiraba.
Menanggapi keluhan tersebut, Titiek Soeharto berjanji akan memperjuangkan dan membawa aspirasi ke menteri Pemuda dan olah raga.
Tak hanya soal pertanian, perikanan, dan olahraga, kaum ibu pun menyampaikan keluhan mereka. Kelompok ibu-ibu memiliki bangunan  PAUD MELATI Hargomulyo yang gedungnya hanya dari geribik dan sudah dimakan rayap, bila hujan bocor. Padahal kaum ibu tersebut merupakan kader kader cikal bakal Golkar di daerah tersebut. 
Titiek Soeharto mengemukakan sebetulnya banyak program bantuan untuk kaum ibu. Titiek bahkan sempat “menyentil” anggota DPRD Kabupaten agar,mendata semua keluhan tersebut.
“Buat daftar apa saja yang dikeluhkan masyarakat dan segera berikan kepada asisten saya, pasti akan saya perjuangkan. Jujur saya gemes! bantuan ini sebenarnya banyak sekali” tegasnya.
Titiek Soeharto bersama anggota fraksi Golkar Kab. Kulon Progo
Dikesempatan itu juga Titiek mengutarakan mengenai permasalahan dalam tubuh Partai Golkar. Menurutnya,  Golkar yang benar adalah hasil Munas di Bali bukan di Ancol. Titiek menambahkan, ketika menghadiri Munas Bali, kursi penuh. Semua pimpinan Tingkat II, Tingkat I hadir. 
Benih padi Hidup Makmur Sejahtera (HMS)
Sebelum mengakhiri acara, Titiek memberikan bantuan benih padi HMS. Bantuan benih padi unggulan HMS yang dibagikan merupakan hasil karya dari Civitas akademi Universitas Mercu Buana dari Fakultas Pertanian. 
Titiek menyampaikan “Saya harap dengan bantuan benih unggul ini, cita-cita  swasembada beras seperti zaman Presiden Soeharto bisa dicapai bersama,” 
——————————————
Sabtu, 14 Maret 2015
Jurnalis : Bang Nasir/Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
——————————————-
Lihat juga...