Harga Bawang Merah dan Cabe Rawit Masih Tinggi

Pasar Tradisional [Foto: CND]

CENDANANEWS- Harga bawang merah di pasar tradisional di DKI Jakarta masih mengalami kenaikan. Dalam 3 hari, terjadi kenaikan harga bawang merah mencapai 7% atau Rp 2.000/kg dari harga normal.
Saat ini harga bawang merah di pasar Sukapura Jalan Tipar Cakung Cilincing Jakarta Utara dipatok dengan harga Rp 36.000/kg atau naik Rp 2.000/kg sejak 3 hari lalu sebesar Rp 34.000/kg karena sudah kenaikan harga di Pasar Induk Kramat Jati.
“Harga bawang terus naik sebab pasokan dari Brebes masih belum stabil. Kalau sudah stabil nantinya juga akan turun, ” ujar Musimah (34) kepada Cendananews.com Senin (23/3/2015).
Selain harga bawang merah yang belum turun,harga cabe rawit hijau pun diakui oleh Musimah saat ini belum mengalami penurunan. Bahkan harga cabe rawit hijau masih dikisaran Rp 40.00/kg. Masih banyak penjual yang belum berani menurunkan harga karena dari pemasok sudah mengalami kenaikan.
Sementara itu menurut Sekjen Dewan Bawang Merah Mudatsir seperti dilansir detikFinance beberapa hari lalu, kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh banyak faktor.
Mudatsir menuturkan saat ini jumlah kebutuhan bawang merah Indonesia per tahun mencapai 950.000 ton atau dengan rata-rata per bulan mencapai 79.166 ton. Sementara itu stok bawang merah yang ada di sentra produksi bawang saat ini diperkirakan hanya 3.000 ton.
Ia menambahkan di bulan Maret diperkirakan panen bawang merah jauh lebih sedikit yaitu hanya 85.000 ton. Sedangkan di bulan Februari 110.000 ton.
“Pasokan itu ada pengurangan dalam 1 minggu ini. Tetapi nanti akan pulih lagi. Salah satunya disebabkan mahalnya harga bibit dari Rp 15.000/kg naik menjadi Rp 18.000/kg,” katanya.
Saat ini harga jual bawang merah di tingkat petani Rp 15.000/kg atau jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata normal Rp 10.000/kg.
“Normalnya harga bawang merah di tingkat petani Rp 10.000/kg sudah bagus, kalau begitu di pasar Rp 20.000/kg. Sekarang di petani sudah Rp 15.000/kg di pasar Rp 25.000/kg,” jelasnya.

———————————————————-
Senin, 23 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...