DPR: Industri Mebel dan Kerajinan Jangan Terjebak Pameran

CENDANANEWS – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan mengingatkan Pemerintah harus bekerja lebih keras menggenjot industri mebel dan kerajinan nasional untuk meningkatkan pemasukan negara termasuk lapangan kerja, dan peningkatan tersebut bukan hanya dalam acara seremonial dari pameran ke pameran. 

“Industri mebel dan kerajinan nasional bisa naik kelas, kalau Pemerintah Joko-Kalla mampu membuat industri ini mandiri dan kuat. Kita punya bahan baku yang melimpah, SDM yang hebat seharusnya bisa tumbuh besar dan terdepan, tidak sekedar jago pameran saja,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu saat menanggapi pelaksanaan “Internasional Furniture and Craft Fair Indonesia” (IFFINA) yang dibuka Presiden Jokowi.
Ia menyebut data tahun 2013, nilai ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia berada di posisi 13 tertinggal dari Vietnam yang bertengger di nomer 4. Kemudian tahun 2014, nilai ekspor Indonesia 2 miliar dolar AS jauh di bawah Vietnam yang mencapai 6 miliar dollar AS.
Sementara data dari Asosiasi Meubel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menunjukkan sekitar 2,5 juta tenaga kerja langsung dan tenaga tidak langsung terserap di Industri ini. Jadi sudah semestinya pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor strategis dan padat karya ini.
“Pemerintah Joko-Kalla mesti memandang industri ini penting terhadap pertumbuhan perekonomian nasional yang mampu berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pencetak devisa negara, apalagi ditengah harga dollar yang naik tinggi, ini peluang bagus,” tandasnya.
Bentuk-bentuk perhatian khusus pemerintah menurut Heri, bisa berupa pemberian insentif pajak, pembukaan akses permodalan, dan penguatan kapasitas SDM lewat pembinaan terkait disain produk yang lebih kreatif dan fully local content (Indonesian heritage), pemasaran serta perlindungan kepada pengrajin misalnya dari serbuan produk asal Tiongkok yang sangat murah.
Ia meyakini dengan langkah tersebut Indonesia berpeluang besar menjadi produsen meubel dan kerajinan terbesar di kawasan regional (ASEAN). Bahkan khusus untuk produk berbasis rotan Indonesia bisa menjadi yang terbesar di dunia. 
“Industri ini berpeluang tumbuh lebih besar dan menjadi yang terdepan di kawasan regional dan international. Vietnam dan Malaysia aja bisa, masa Indonesia yang punya bahan bakunya nggak bisa. Kalau pemerintah serius dan sungguh-sungguh, pasti bisa!” pungkas Heri Gunawan.

———————————————————-
Senin, 16 Maret 2015
Sumber : dpr.go.id
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...