CENDANANEWS– Pembangunan Jalan Tol Sumatera (JTS) di Provinsi Lampung bisa berdampak pada pencapaian target produksi padi 1 juta ton yang dicanangkan pemprov setempat. Karena sekitar 80 persen lahan yang terkena pembebasan jalur tol tersebut merupakan lahan pertanian produktif.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tim II persiapan pembebasan lahan Tol ruas Tegineneng-Terbanggibesar, Edyson membenarkan, jika sebagian besar lahan yang akan dibebaskan tersebut merupakan lahan pertanian produktif.
“Benar, sekitar 80 persen lahan untuk jalur tol ini merupakan lahan pertanian produktif, ” kata Edyson Senin (9/3/2015).
Sementara itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung berharap agar lahan persawahan yang terkena pembangunan JTS bisa diganti lahan pertanian di tempat lain.
“Kami berharap agar dari sekarang Pemerintah Pusat sudah menyiapkan lahan penggantinya,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung Lana Rekyanti saat ditemui di Gedung DPRD Provinsi Lampung.
Menurut dia, lahan yang akan terkena pembangunan JTS cukup luas sekitar 1.000 hektar.
“Kita masih menunggu instruksi dari pusat terkait letak lahan penggantinya. Sedangkan berapa lahan yang dipakai sampai saat ini, pusat belum memberikan penjelasan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Lana mengatakan, saat ini program pembangunan pertanian di Provinsi Lampung difokuskan untuk memenuhui target produksi padi 1 juta ton. Karena itu, adanya lahan pengganti sangat penting.