“Kalau laki-laki, ini memang karena lingkungan yang lebih dominan. Tapi kalau perempuan, lebih dari dalam dirinya. Itu yang harus dimanajemen dengan baik,” kata Hermawan, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/1/2022).
"Ketika kita bisa memberikan perhatian yang positif pada orang lain, kita sebetulnya sehat mental. Karena kalau kita tidak sehat mental akan sulit memberikan perhatian positif yang tulus," kata dia dalam sebuah konferensi pers daring…
Menjelang Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober, Twitter menyatakan komitmen mereka untuk melindungi kesehatan percakapan publik, dan memberikan ruang yang bebas dan aman untuk berbagi pengalaman tentang kesehatan mental.
Pembatasan sosial serta protokol kesehatan yang ketat, membuat sebagian orang menjadi tidak nyaman dan tertekan. Akibatnya, masalah kesehatan mental pun bermunculan mulai dari kecemasan, mudah marah, merasa tidak bahagia dan lainnya.
Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan dari Rumah Sakit Santosa Bandung Central, Vivy Bagia Pradja, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya mengalami masalah mental akibat berbagai dampak pandemi.
"Dari data yang kami punya itu, mereka yang mengalami masalah ansietas didominasi oleh kelompok dewasa muda, wanita, tingkat pendidikan rendah, belum menikah, serta orang yang tidak mendapat dukungan yang cukup dari keluarga," ungkap…