Pandemi, Orang Tua Harus Bisa Menjaga Kesehatan Mental Keluarga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Kesehatan mental merupakan dimensi yang patut mendapat perhatian serius di masa pandemi Covid-19.

Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan dari Rumah Sakit Santosa Bandung Central, Vivy Bagia Pradja, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya mengalami masalah mental akibat berbagai dampak pandemi.

“Kita semua merasakan bahwa pandemi ini telah membuat banyak sektor kehidupan menjadi sulit. Ekonomi sulit, pendidikan sulit, pekerjaan sulit, kesehatan sulit, dan semuanya serba sulit. Hal-hal semacam ini yang memicu seseorang mengalami masalah mental seperti depresi, tertekan dan diliputi rasa cemas,” ujar Vivy dalam webinar bertajuk Healthy Parents, Happy Kids, yang diikuti Cendana News, Jumat (17/9/2021).

Dalam situasi seperti ini, sambung Vivy, peran orang tua sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan mental keluarga. Pasalnya, jika orang tua mengalami masalah mental, maka akan berdampak langsung pada anak-anak mereka.

“Penting sekali agar orang tua berusaha menjaga kesehatan fisik dan mental tetap sehat di masa pandemi ini. Orang tua yang sehat akan menjadikan anak bahagia. Sebaliknya, orang tua yang sakit akan menjadikan anak menderita,” tukas Vivy.

Lebih lanjut, Vivy menyebutkan sejumlah ciri-ciri seseorang masih memiliki mental yang sehat, antara lain; mau menerima diri dengan baik serta menyadari kelebihan dan kekurangannya, bisa mengatasi kecemasan, memiliki persepsi yang realistis, serta bisa mempertanggungjawabkan setiap pilihannya.

“Silakan dicek ke diri masing-masing apakah ciri-ciri ini masih ada pada kita atau tidak. Jika tidak ada, maka kita bisa berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan treatment yang sesuai,” tukas Vivy.

Sebagai tambahan, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Zulvia Oktanida Syarif menyebutkan, bahwa ada beberapa tips yang bisa dijalankan oleh mereka yang mulai mengalami gejala kesehatan mental, antara lain, menciptakan rutinitas baru, terus berupaya melakukan kontak sosial meski secara virtual, meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disenangi, serta berpikir positif.

“Satu lagi hal yang penting, batasi asupan informasi harian. Kita tidak harus selalu update berita yang bisa memicu kecemasan, seperti berita-berita Covid-19. Dan saya sangat menganjurkan untuk mengonsumsi berita dari sumber yang terpercaya,” jelas Zulvia di acara yang sama.

Lihat juga...