Dari hasil pemeriksaan darah tersebut, katanya, seluruh siswa kelas satu hingga dua yang tersebat di 32 SD tersebut negatif menderita penyakit kaki gajah.
Akibatnya, ketika dimakan, sistem kekebalan tubuh (imun) seseorang yang mengkonsumsinya akan menganggapnya sebagai serangan zat asing yang berbahaya bagi tubuh. Reaksi alergi yang terjadi bisa bersifat ringan hingga serius.
"Untungnya pasien melaporkan hal itu ke kita (Dinkes -red), sehingga bisa langsung kita arahkan untuk melakukan uji laboratorium dan pengobatan," katanya.
"Sehingga perlu kami duduk bersama membahas dan menetapkan alur rujukan jika terjadi difteri, siapa yang mendiagnosa difteri. Pertemuan terkait itu sudah dilakukan pada Februari lalu," ujar Aaron, Senin (5/3/2018).
MINAHASA TENGGARA - Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara mengupayakan seluruh pusat kesehatan masyarakat di daerah itu memiliki fasilitas rawat inap.
"Tahun ini kita sudah siapkan anggaran untuk adanya peningkatan fasilitas dan…