Dinkes Papua Libatkan Puskesmas Antisipasi Difteri

Imunisasi, ilustrasi -Dok: CDN

JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua, melibatkan sejumlah institusi kesehatan di wilayahnya, guna mengantisipasi penyebaran penyakit difteri di Kota Jayapura.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Papua, dr. Aaron Rumainum, mengemukakan upaya antisipasi difteri di Kota Jayapura, karena imunisasi difteri di kota itu di atas 95 persen.

Di wilayah pulau Jawa juga cakupan imunisasi difterinya di atas 95 persen, namun masih saja terjadi kecolongan, yakni masih saja terjadi difteri.

“Sehingga perlu kami duduk bersama membahas dan menetapkan alur rujukan jika terjadi difteri, siapa yang mendiagnosa difteri. Pertemuan terkait itu sudah dilakukan pada Februari lalu,” ujar Aaron, Senin (5/3/2018).

Aaron menjelaskan, melalui momentum kala itu, telah disepakati bahwa dokter spesialis penyakit dalam yang mendiagnosa penyakit difteri bagi pasien yang berusia di atas 18 tahun.

Selanjutnya, dokter spesialis anak mendiagnosa pasien difteri yang berusia di bawah 18 tahun.

Kesepakatan lain, bahwa jangan memberikan antibiotik dulu sebelum dilakukan pengambilan sampel.

Siapa yang melakukan pengambilan sampel, yang melakukan pemeriksaan sampel itu dari petugas puskesmas, petugas rumah sakit bisa, didukung oleh petugas dilaboratorium daerah untuk kemudian sampelnya dikirim ke Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut.

“Ada sebagian sampel yang pemeriksaannya dilakukan di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), karena Labkesda ini diharapkan dapat mem-backup laboratorium di Surabaya, yang menjadi laboratirum rujukan nasional untuk pemeriksaan difteri,” ujarnya.

Momentum itu juga ditetapkan bagimana puskesmas melakukan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat terhadap 23 penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB) Aaron mengatakan, pembahasan terkait antisipasi difteri itu digelar dalam bentuk rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan sejumlah institusi kesehatan. Rakor itu sudah berlangsung pada 14 Februari 2018.

Peserta yang dilibatkan yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan Kota Jayapura, puskesmas se Kota Jayapura, para dokter spesialis anak di rumah sakit di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Selanjutnya, perhimpunan dokter spesialis ahli penyakit dalam, ikatan dokter anak Indonesia cabang Papua, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, RSUD Abepura, Rumah Sakit Bhayakara, Rumah Sakit Angkatan Laut, Rumah Sakit Marthen Indey juga hadir dalam pertemuan itu.

“Ada sekitar 60 orang dari berbagai instansi kesehatan yang hadir dalam rapat kala itu,” tambah Aaron. (Ant)

Lihat juga...