Modal Kita Damandiri entaskan warga Bantul ini dari pengangguran
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA, Cendana News – Hari (46) warga padukuhan Pasutan, Trirenggo, Bantul, mengaku bersyukur dengan adanya program pinjaman usaha Modal Kita dari Yayasan Damandiri.
Pasalnya, dengan adanya program pinjaman usaha Modal Kita dari Yayasan Damandiri di desanya itu ia bisa membuka usaha cukur rambut di rumahnya.
Hari mengaku memanfaatkan pinjaman usaha Modal Kita Yayasan Damandiri untuk merintis usaha cukur rambut, setelah berulangkali gagal mengajukan KUR di Bank.
Bapak tiga orang anak itu menceritakan, pada sekitar tahun 2020 dirinya sempat menganggur.
Dia terpaksa menganggur karena usahanya berupa warung angkringan bangkrut terdampak pandemi Covid-19.
“Setelah itulah saya sempat menganggur beberapa bulan karena bingung mau usaha apa,” katanya.
Hari menurutkan, saat itu pula sebenarnya dia sudah punya ide untuk membuka usaha cukur rambut di rumahnya.
Selain karena punya kemampuan mencukur rambut, kebetulan rumahnya juga berada tepat di pinggir jalan raya desa.
Namun sayang, saat itu ide usaha ckur rambut itu tidak bisa terwujud.
Hal itu karena dia kesulitan mendapatkan modal untuk membeli sejumlah peralatan cukur rambut yang cukup mahal.
Hari mengaku sudah mencoba mengajukan pinjaman usaha ke bank, dan memanfaatkan program pinjamanan KUR yang kerap digembar-gemborkan pemeritah.
Namun, pengajuan pinjamannya di Bank selalu ditolak karena dianggap tidak memenuhi syarat. Dia juga tidak punya jaminan apapun sebagai agunan.
“Saya sudah datang jauh-jauh ke bank, maksudnya mau pinjam uang Rp2 juta saja untuk usaha. Tapi, ditolak karena tak punya jaminan. Jujur saya sempat kecewa, tapi bagaimana lagi?” katanya.
Di tengah keputus-asaannya itu, Hari mendapat secerah harapan setelah tahu ada program pinjaman Modal Kita Yayasan Damandiri.
Program pinjaman usaha Modal Kita Yayasan Damandiri di desanya itu dijalankan oleh KUD Gemah Ripah Trirenggo.
Hari mengaku diberitahu oleh seorang tetangganya tentang program tersebut, yang tanpa agunan dan bunga lunak.
“Begitu tahu, saya langsung mengajukan pinjaman Rp2 juta. Kebetulan di dusun saya sudah ada kelompoknya, sehingga saya tinggal menghubungi ketua kelompok yang kebetulan tetangga saya itu,” katanya.
Tanpa butuh waktu lama, Hari segera mengajukan pinjaman sebesar Rp2 juta, dan disetujui. Sat itu pula dia langsung belanja peralatan cukur rambut.
“Begitu dapat modal, langsung saya gunakan untuk membeli berbagai peralatan cukur seperti mesin cukur, meja kaca, kursi dan sebagainya. Saya senang sekali,” katanya.
Beberapa waktu kemudian, usaha cukur rambutnya bisa berjalan lancar. Dan, memasuki tahun kedua diapun mengajukan pinjaman usaha lagi sebesar Rp3 juta.
Modal itu digunakan untuk merenovasi rumahnya, sehingga menjadi semacam kios tempat cukur. Dan, sejak itu usaha cukur rambut Hari makin laris hingga sekarang.
“Bersyukur sekarang usaha sudah jalan. Ya, lumayan sehari bisa dapat pemasukan paling minim Rp50 ribu,” kata Hari.
Hari menambahkan, pemasukan sebesar itu bisa lebih kalau sedang ramai pelanggan.
“Kadang dalam sehari bisa ada sekitar 10-11 orang pelanggan yang mencukur rambut ke sini,” katanya.
Ke depan, Hari mengaku masih ingin melanjutkan pinjaman ke unit usaha Modal Kita KUD Gemah Ripah Trirenggo, sebesar Rp4 juta.
Rencananya, pinjaman itu untuk modal mengembangkan usaha tempat cukurnya.
Hari mengatakan, progam pinjaman usaha Modal Kita Yayasan Damandiri jelas sangat bermanfaat.
Tanpa ada program pinjaman itu, dia mengaku tak mungkin buka usaha cukur rambut ini.
“Padahal, usaha cukur rambut ini jadi satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga saya,” pungkasnya.