Selama Libur Lebaran Pengunjung Binuang Cafe Membludak
Editor: Koko Triarko
MAJALENGKA, Cendana News – Meski belum lama beroperasi, Binuang Cafe di Majalengka, Jawa Barat, mampu menarik banyak pengunjung selama masa libur Lebaran 2022.
Mulai buka pada H+4 Lebaran, Binuang Cafe di kawasan terasering persawahan Binuang desa Bantaragnung ini penuh pengunjung.
Meski di desa Bantaragung hari raya Idul Fitri jatuh pada Senin (2/5/2022), namun Binuang Cafe baru baru buka pada H+4.
“Hal itu karena sejumlah pertimbangan. Ternyata begitu buka, cafe langsung ramai pengunjung. Sampai membludak,” ujar Manajer Binuang Cafe, Afi Riabul Azmi, Kamis (13/5/2022).
Menurut Afi, selama kurang lebih tiga hari berturut-turut jumlah pengunjung Cafe Binuang, mencapai 150an orang per hari.
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa yang hanya berkisar 50-100 orang per hari.
Afi mengatakan, mayoritas pengunjung berasal dari luar kota. Beberapa bahkan ada yang sudah booking tempat sejak jauh-jauh hari. “Seperti dari Bogor, Bekasi, dan sebagainya,” ungka Afi.
Sejumlah pengunjung umumnya tertarik datang ke Binuang Cafe karena ingin menikmati panorama persawahan terasiring Binuang yang menawan.
Hal ini tentu berdampak positif bagi perkembangan desa wisata Bantaragung, di kecamatan Sindangwangi, Majalengka, ini.
“Selama libur Lebaran kemarin, kita bisa menjual sejumlah menu favorit. Seperti kopi hingga lebih 100 pieces. Nasi goreng sekitar 150an porsi dan jus buah 100 pieces lebih per hari,” kata Afi.
Menurut Afi, karena keterbatasan kapasitas pihaknya bahkan terpaksa menolak sejumlah pengunjung yang terus berdatangan.
Namun, pihak pengelola tetap melayani mereka dengan sistem take away. Atau membeli dalam bentuk kemasan untuk dibawa pulang.
“Kita bersyukur keberadaan Binuang Cafe ini bisa diterima masyarakat dengan baik. Ini artinya program dari Koperasi Cipta Agung Mandiri Bantaragung dan Yayasan Damandiri berhasil,” katanya.
Afi berharap, keberadaan Binuang Cafe ini bisa terus memberikan manfaat bagi warga di kawasan desa wisata Bantaragung.
Selain mampu menjadi alternatif wisata baru, juga turut berkontribusi menggerakkan perekonomian desa.
Baik dengan menyerap dan membuka lapangan pekerjaan, maupun mengembangkan potensi ekonomi lainnya.
Desa Bantaragung merupakan desa binaan Yayasan Damandiri. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, yayasan yang didirikan oleh HM Soeharto melakukan berbagai upaya pemberdayaan.
Yayasan Damandiri mendirikan koperasi sebagai motor penggerak utama dari pemberdayaan ekonomi desa Bantaragung.
Dan, Binuang Cafe di kawasan wisata Langit Binuang merupakan salah satu hasil pemberdayaan tersebut.