Selama Ramadhan, Bukit Soeharto Nampak Gemerlap Dipenuhi Lampu Warna Warni
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PONOROGO, Cendana News – Selama Ramadhan, suasana kawasan Bukit Soeharto di Jalan Raya Nasional Ponorogo-Wonogiri, nampak jauh berbeda dari hari-hari biasanya.
Kawasan perbukitan yang banyak ditumbuhi pepohonan rindang ini terlihat begitu gemerlap karena dipenuhi lampu warna-warni yang indah dipandang mata.
Tak heran jika setiap pengendara yang melintas akan selalu melirik kawasan Bukit Soeharto yang merupakan buah dari program pemberdayaan Yayasan Damandiri yang sudah berlangsung sejak tahun 2019 ini.
Manager Umum Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, selaku pengelola, mengaku sengaja memasang sejumlah lampu penerangan tersebut sebagai upaya untuk menghidupkan dan meramaikan suasana malam hari di kawasan ini.
Dengan adanya lampu-lampu penerangan ini, diharapkan kawasan Bukit Soeharto bisa menjadi alternatif lokasi wisata Ngabuburit sejak sore hingga malam hari. Khususnya selama bulan Ramadhan atau bulan puasa tahun ini.
“Ya, kita memasang beberapa lampu penerangan untuk menghidupkan suasana malam Bukit Soeharto. Meski belum bisa menyasar ke seluruh area, karena kemampuan kita sangat terbatas,” ungkapnya.
Selain memasang lampu penerangan, pihak pengelola juga tampak memasang sejumlah spanduk berisi tulisan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa bagi pengunjung. Lagi-lagi hal ini bertujuan untuk meramaikan dan menyemarakkan kawasan wisata.
“Tadi malam, kita bersama dengan anak anak siswa PSHT juga menggelar kegiatan berupa Tadarus dan pembacaan Al-Qur’an di kawasan Ini. Tujuannya selain untuk meramaikan, juga mendoakan Bukit Soeharto, agar selalu dalam lindungan Allah SWT,” katanya.
Sebagaimana diketahui terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan pengelolaan Perhutani.
Sekitar tahun 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sehingga sejak saat itu lah bukit ini dinamai Bukit Soeharto.
Sempat terbengkalai dan kurang terawat selama bertahun-tahun, sekitar tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, akhirnya melakukan penataan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).
Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Sugiono pada Juni 2021 lalu, Bukit Soeharto pun disulap menjadi objek wisata keluarga yang menarik, sekaligus menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Di samping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok presiden RI ke 2 HM Soeharto, keberadaan objek wisata ini juga terbukti mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya.
Pasalnya, meski tergolong baru, namun Bukit Soeharto yang dikelola oleh Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera ini telah mampu menjadi objek wisata alternatif populer di kabupaten Ponorogo, yang mampu menarik minat ribuan pengunjung.
Yang pada akhirnya keberadaan Bukit Soeharto ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada di desa Badegan, sebagaimna tujuan program DCML yang telah dicanangkan Yayasan Damandiri di salah satu desa binaannya ini.