Jadi favorit, Bukit Soeharto Ponorogo catat masih ada kendala

Editor: Koko Triarko

PONOROGO, Cendana News – Objek wisata Bukit Soeharto Ponorogo saat ini sudah diakui sebagai destinasi favorit.

Namun, di tengah keberhasilan objek wisata Bukit Soeharto Ponorogo sebagai destinasi favorit ini bukan tanpa catatan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, bahkan menyebut salah satu kekurangan objek wisata Bukit Soeharto adalah masih terbatasnya lahan parkir.

Keterbatasan lahan parkir tidak hanya membatasi jumlah pengunjung. Namun, juga kerap menyebabkan kemacetan di ruas utama Jalan Nasional Wonogiri-Ponorogo.

Kemacetan sering terjadi ketika pengunjung objek wisata di kawasan jalan nasioal tersebut membludak pada momentum hari libur.

Manajer Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, pun mengakui hal tersebut.

Menurutnya, persoalan lahan parkir memang menjadi pekerjaan rumah (PR) pihaknya sebagai pengelola sejak dua tahun terakhir.

“Kita hanya mampu menampung sekitar 40-50 kendaraan roda empat. Padahal, saat liburan jumlah kendaraan yang hendak masuk bisa ratusan unit,” ungkapnya.

Wahyu mengatakan, keterbatasan lahan parkir membuat bus-bus pariwisata maupun kendaraan panjang seperti kereta mini tidak bisa masuk.

Selain itu, kondisi lahan parkir yang seluruhnya masih berupa tanah gembur perbukitan itu juga selalu memunculkan persoalan setiap musim hujan.

“Kalau hujan, air menggenang dan susah dilewati kendaraan. Apalagi, untuk parkir. Karena roda menjadi ambles,” kata Wahyu.

Wahyu bahkan menyampaikan saat liburan tahun baru kemarin ada tiga mobil pengunjung yang terpaksa harus diderek karena nekat parkir di lahan yang becek.

Wahyu pun mengakui kondisi lahan parkir tersebut dikhawatirkan bisa menjadi sisi negatif yang membuat kapok pengunjung.

“Apalagi, selama ini tak sedikit pengunjung yang sudah hapal untuk tidak mengunjungi Bukit Soeharto setiap turun hujan, karena sulit parkir,” katanya.

Wahyu memastikan, potensi jumlah pengunjung bisa mencapai puluhan ribu orang per hari selama musim liburan jika lahan parkirnya mendukung.

“Itu karena lokasi kita sangat strategis di jalan utama nasional. Namun, karena tidak bisa parkir banyak kendaraan pengunjung yang putar balik,” jelasnya.

Menurut Wahyu, satu satunya solusi untuk bisa mengatasi hal tersebut adalah dengan membangun lahan parkir yang lebih representatif. Baik itu dengan cor atau paving block.

Dia mengatakan, Perum Perhutani sebaga pemilik lahan juga telah memberikan izin kepada KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan untuk memanfaatkan lahan seluas hampir 1 hektare untuk lahan parkir.

Wahyu mengatakan lagi jika lahan parkir yang lebih representatif ini bisa terwujud, kawasan objek wisata Bukit Soeharto bisa menjadi rest area paling ramai di sekitar jalur selatan Jawa Tengah-Jawa Timur.

Diapun mengaku tak ingin peluang itu hilang hanya karena masalah lahan parkir.

Lihat juga...