Masjid Kagungan Dalem Sambisari Gelar Donor Darah, Wujudkan Fungsi Masjid Pusat Kegiatan Sosial
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Sejarah mencatat Masjid Kagungan Dalem atau Masjid Keraton Yogyakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah atau pusat keagamaan saja.
Lebih dari itu, Masjid Kagungan Dalem selama ini juga kerap difungsikan sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, ekonomi, kesehatan, hingga pusat kegiatan sosial masyarakat.
Fungsi-fungsi itulah yang coba dikembalikan Masjid Kagungan Dalem Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan sosial kemanusiaan, sekaligus pendidikan kesehatan bagi masyarakat sekitar desa, berupa donor darah.
Takmir Masjid Kagungan Dalem Sambisari, Hadiyat, mengatakan kegiatan donor darah massal ini baru pertama kali diadakan.
Tujuannya sebagai bentuk komitmen masjid dalam memupuk rasa sosial kemanusiaan dan kedasaran pentingnya kesehatan.
Bekerja sama dengan PMI Sleman, kegiatan donor darah ini diikuti puluhan jemaah dan warga desa sekitar Sambisari.

Mereka tampak antusias mendonorkan darahnya, demi membantu masyarakat lain yang sedang membutuhkan.
Terlebih, kegiatan donor darah semacam ini juga sangat bagus untuk kesehatan, karena dapat membentuk jaringan sel-sel darah baru yang baik bagi tubuh.
“Kegiatan donor darah ini baru pertama kali kita lakukan. Namun rencananya ke depan akan kita jadikan kegiatan rutin tahunan,” ungkapnya di sela acara pada Minggu (30/1/2022).
Dia mennambahkan, pihaknya ingin agar Masjid Sambisari dapat turut berkontribusi membangun kesehatan komunal di masyarakat.
“Termasuk juga memupuk rasa kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Sementara Camat Kalasan, Siswanto, mengapresiasi kegiatan donor darah yang diselenggarakan Masjid Sambisari ini.
Ia menilai, kegiatan semacam ini dapat makin mengukuhkan eksistensi Masjid Kagungan Dalem Sambisari.
Dan tetap konsisten melestarikan tradisi dan sejarah, sebagaimana dilakukan masjid milik Keraton Yogyakarta di masa lalu.
“Ini juga menjadi salah satu cara ampuh mempromosikan Masjid Sambisari. Apalagi, masjid ini merupakan warisan cagar budaya sekaligus masjid ikonik di desa Sambisari,” ungkapnya.
Salah seorang warga, Istikhanah (53), mengaku antusias mengikuti kegiatan donor darah ini.
Pasalnya, selama ini ia menang rutin mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Di samping itu, Isti juga mengaku senang mengikuti kegiatan ini karena bisa merasakan langsung manfaat kesehatan dari donor darah.
Dia mengaku biasanya rutin donor darah setahun bisa sampai tiga kali.
Selain bisa membantu sesama, donor darah juga bagus untuk kesehatan.
“Karena setelah donor tubuh saya biasanya jadi lebih enteng, sehat dan bugar,” ungkapnya.
Dilaksanakan sejak pagi hingga siang hari, pihak panitia menargetkan minimal 70 kantong darah dari kegiatan ini.
Rencananya, darah hasil sumbangan masyarakat serta jemaah Masjid Sambisari akan diserahkan ke PMI Sleman sebagai stok cadangan.