Produksi Jamu Tradisional, PKK Dusun Karangmojo Hasilkan Jutaan Rupiah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
YOGYAKARTA – Sejumlah ibu-ibu PKK warga pedukuhan Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman mampu menghasilkan penghasilan hingga jutaan rupiah dari hasil memproduksi jamu tradisional olahan mereka.
Jamu yang diberi nama Jamu Paduka (Padukuhan Karangmojo) itu dibuat dari empon-empom hasil kebun tanaman toga yang mereka tanam di halaman rumah warga dusun.
Ketua PKK Padukuhan Karangmojo, Amilatul Fadhilah, mengatakan mereka memulai usaha produksi jamu tersebut sejak awal pandemi tahun 2020 lalu.

“Usaha ini berawal ketika pak dukuh Karangmojo memberikan hibah tanah plungguh kepada ibu-ibu PKK. Selain disewakan, tanah tersebut kemudian juga dikembangkan untuk memulai usaha jamu. Kenapa jamu, karena kita memiliki kebun toga di 13 RT. Sehingga kita manfaatkan hasilnya,” katanya, Selasa (19/10/2021).
Selain dibutuhkan banyak masyarakat sebagai minuman kesehatan selama pandemi, jamu tradisional juga dinilai memiliki potensi ekonomis yang cukup tinggi. Terlebih proses pembuatannya juga cukup mudah sehingga bisa diaplikasikan oleh semua warga.
“Kita semua belajar otodidak. Berawal dari coba-coba. Alhamdulillah saat ini ada 4 jenis jamu yang kita produksi. Yakni jamu kunir asem, beras kencur, gula asem dan jamu empon-empon,” jelasnya.
Dalam sehari, ibu-ibu PKK dusun Karangmojo mengaku mampu menghasilkan hingga 200 botol jamu. Satu buah botol jamu ukuran 600 ml mereka jual seharga Rp15 ribu. Pemasaran mereka lakukan melalui media online di sekitar Sleman dan Yogyakarta.
“Ada sekitar 10 orang ibu-ibu rumah tangga yang terlihat dalam usaha produksi jamu ini. Alhamdulillah dengan adanya usaha ini, kini ibu-ibu rumah tangga yang ada di dusun ini bisa mendapatkan pemasukan selama pandemi,” ungkapnya.
Salah seorang konsumen, Totok, mengapresiasi jamu olahan ibu-ibu PKK dusun Karangmojo. Selain rasanya enak, ia menyebut jamu Paduka ini juga memiliki rasa alami yang berbeda dari jamu pabrikan pada umumnya.
“Rasanya enak, karena semua bahan alami tanpa pengawet. Yang jelas bagus untuk kesehatan tubuh. Selain itu dari kemasannya juga sangat menarik. Sudah layak untuk dipasarkan di supermarket atau minimarket,” katanya.
Ketua Forum Komunikasi UMKM Kalasan, Soni Marsono, mengaku mendukung penuh upaya yang dilakukan ibu-ibu PKK dusun Karangmojo dalam berkreasi membuat jamu olahan ini.
Ia menilai kreativitas semacam ini perlu didukung dan disebarluaskan agar bisa memberikan dampak ekonomi bagi warga desa.
“Sangat bagus. Karena bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Tentu akan kita adopsi untuk bisa diaplikasikan di dusun-dusun ataupun tempat lainnya,” ungkapnya.