Warga Isoman di Sikka Sulit Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Banyak warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah mereka merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari karena tidak bisa ke luar rumah.

“Saya sering bantu membelikan kebutuhan warga yang menjalani isolasi mandiri di sekitar tempat tinggal saya,” sebut Octavianus Aryo Adhityo, koordinator relawan PMI Sikka, NTT saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Koordinator relawan PMI Kabupaten Sikka, NTT, Octavianus Aryo Adhityo saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Senin (9/8/2021). Foto: Ebed de Rosary

Aryo menyebutkan, dirinya mendatangi rumah warga yang menjalani isolasi mandiri dan mengambil uang lalu menyemprotnya dengan disinfektan agar steril.

Sementara catatan barang-barang kebutuhan yang akan dibelikan bisa dikirim lewat aplikasi WhatsApp.

“Saya mendatangi rumah keluarga yang menjalani isolasi mandiri mengambil uang dan membantu membelikan kebutuhan mereka. Masih banyak warga yang menjalani isolasi mandiri kesulitan memenuhi kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Aryo mengakui, dirinya pun mengajak warga lainnya yang peduli untuk menjadi relawan dengan membelikan kebutuhan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Ia mengaku sedih namun tidak kaget saat mengetahui ada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri terpaksa harus ke pasar untuk membeli berbagai kebutuhan keluarga.

“Seharusnya ada relawan yang disiapkan untuk membantu membelikan kebutuhan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah agar mereka tidak bepergian,” pesannya.

Sementara itu, Cucun Suryana yang pernah menjalani isolasi mandiri mengakui, dirinya terbantu karena banyak teman yang membawakan kebutuhannya seperti makanan dan lainnya.

Cucun akui memang sulit kalau menjalani isolasi mandiri sebab tidak ada bantuan bahan makanan dan obat-obatan dari pemerintah sehingga semuanya harus dibeli sendiri.

Sedangkan Yunus Atabara, penyintas Covid-19 mengakui, saat menjalani karantina terpusat di gedung kompleks Sikka Inovation Center (SIC) banyak teman dan keluarga yang membantunya.

Yunus katakan, mereka datang membawakan makanan, minuman serta obat-obatan dan vitamin untuk dikonsumsi sehingga bisa membantu cepat sembuh saat menjalani isolasi.

“Saya banyak terbantu oleh teman-teman dan keluarga yang membawakan makanan, minuman, obat-obatan dan vitamin untuk saya konsumsi sehingga bisa cepat sembuh,” ungkapnya.

Yunus mengakui di lokasi karantina terpusat warga pun harus menyediakan vitamin dan obat-obatan lainnya secara sendiri agar bisa segera pulih.

Sementara makanan dan minuman kata dia, disiapkan oleh BPBD Sikka yang petugasnya selalu berjaga di lokasi karantina tersebut selama 24 jam.

Lihat juga...