Kali Cikeas-Bendung Koja Potensial Jadi Wisata Arung Jeram

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kali Cikeas yang melintasi wilayah Jatiasasri, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, potensial menjadi objek wisata olahraga arung jeram dengan aliran sungainya yang menantang.

“Potensi olahraga arung jeram di DAS Kali Cikeas wilayah Jatisari,  sampai ke Bendung Koja Kelurahan Jatiasih ini menarik jika dikelola,” ungkap Maman Warman, tim Patroli Sungai DLH Jabar, kepada Cendana News, Minggu (22/8/2021).

Dikatakan, jika potensi wisata arung jeram tersebut dikelola dengan baik, diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sehingga akan berdampak pada perekonomian masyarakat di sekitar DAS Kali Cikeas maupun Kota Bekasi.

Dia pun mengajak para pelaku pariwisata di Kota Bekasi untuk mempersiapkan DAS Kali Cikeas menjadi destinasi wisata olahraga arung jeram.

Kali Cikeas adalah kali Manunggaling yang menyatu dengan Kali Cileungsi dan bertemu di Kali Bekasi. Cerita sejarah ini juga bisa diangkat agar lebih menarik. Sehingga para olahragawan arung jeram bisa berwisata menyusuri sejarah.

“Untuk akses menuju salah satu titik kumpul sedang dibuat dari wilayah  Payangan dari RT06/06 Jatisari, yang juga memiliki warisan budaya makam leluhur yang dikeramatkan. Seperti Kramat Asem dan Air Pamulangan tepat di wilayah DAS Kali Cikeas,” jelas Maman Warman, yang menganggap Kali Cikeas adalah air kehuripan.

Hal lain,  dengan dijadikan lokasi wisata olahraga arung jeram, menjadi salah satu cara dalam menjaga Kali Cikeas agar tetap bersih dari sampah liar. Selain potensi ekonomi, warga juga menjadi sungkan untuk membuang sampah di Kali, karena setiap hari dijaga dan dijadikan lokasi wisata arung jeram.

Ketua Tim Katak DLH Kota Bekasi, Mansyur, mengakui jika disusuri dengan perahu karet mulai dari Jatiasari sampai ke Bendung Kali Koja, wilayah Jatiasih memakan waktu hingga dua jam lebih.

“Kami kerap susur, diperkirakan dari wilayah Jatiasari hingga Bendung Koja memakan waktu lebih dari dua jam. Arusnya lumayan deras dan cocok untuk arung jeram,” katanya, ditemui saat bersih kali Cikeas di wilayah Jatiasari.

Dikatakan, Tim Katak membersihkan sampah kayu yang menghambat arus Kali Cikeas dengan cara diangkat. Selain sampah batang kayu yang besar dibawa dari hulu Cikeas, sampah bambu juga memenuhi. Ini adalah laporan dan permintaan warga.

“Hari ini saya turunkan Tim Katak untuk membersihkan sampah kayu dan bambu, agar tidak menggangu aliran air di Kali Cikeas. Soal potensi dijadikan lokasi wisata arung jeram, ini cocok banget jika ada yang mau mengkoordinasikan,” jelas Mansyur.

Lihat juga...