Pasien Covid-19 di Sikka Kembali Meningkat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan drastis dimana sejak kemarin, Kamis (24/6/2021) mencapai jumlah 134 dan hari ini Jumat (25/6/2021) bertambah menjadi 161 orang.
“Posisi hari ini total yang positif sebanayk 161 orang dan ada kemungkinan mengalami peningkatan kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Jumat (25/6/2021).

Clara menyebutkan, jumlahya akan meningkat karena ada ratusan orang lagi yang sedang menjalani rapid antigen hari ini.
Ia katakan, peningkatan kasus berasal dari klaster perkantoran, pesta, pelaku perjalanan dan lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan, baik di Kota Maumere maupun di luar Kota Maumere.
“Hari ini kita lakukan pemeriksaan rapid antigen di beberapa kecamatan setelah dilakukan treking terhadap pasien positif. Ada yang menjalani rapid antigen tahap kedua,” ucapnya.
Clara katakan, setiap hari selalu saja dilakukan rapid antigen bagi ratusan orang bertempat di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan di Kota Maumere.
Selain itu tambahnya, juga dilakukan rapid antigen bagi warga yang kontak erat di Desa Habi, Kecamatan Kangae bagi sekitar 140 orang. Kemarin, Kamis (24/6/2021) baru sekitar 80 orang.
Ditambahkannya, untuk Desa Habi hari ini, Jumat (25/6/2021) dilakukan pemeriksaan rapid antigen bagi sekitar 60 orang lainnya.
Untuk kecamatan Doreng sebut dia, juga dilakukan pemeriksaan warga yang kontak erat sebanyak 20 orang lebih.
“Pasien positif Covid-19 ada yang menjalani karantina terpusat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere, gedung karantina di Kelurahan Kota Baru, dan sebagian lainnya menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing,” ungkapnya.
Clara mengaku sudah berkoordinasi dengan camat, Babinsa dan Polsek setempat untuk bisa bersama tim treking Puskesmas kecamatan melakukan penelusuran dan menjaga agar tidak ada perkembangan kasus.
Untuk isolasi mandiri, lanjutnya, persyaratan mutlak mengalami gejala ringan atau tidak bergejala. Kamarnya juga harus sendiri dan kamar mandinya pun harus terpisah.
“Kalau tidak diawasi maka kecenderungan orang untuk melanggar sangat besar. Tetapi kalau dipantau banyak orang, maka akan taat protokol kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Kangae, Yohanes E Satriyawan, membatasi aktivitas warga di wilayahnya hingga jam 8 malam atau pukul 20.00 WITA akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 di wilayahnya.
Yohanes katakan, selama 3 hari terkahir sejak Selasa (22/6/2021) hingga Kamis (24/6/2021) tercatat sebanyak 45 warga di Desa Habi dan Watumilok terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami mengaktifkan Satgas Covid-19 di desa-desa dan kecamatan untuk mengawasi aktivitas warga. Aktivitas di luar rumah dibatasi hingga jam 8 malam, dan setelah itu harus berada di rumah masing-masing,” ungkapnya.
Yohanes menyebutkan, langkah ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayahnya yang kian mengkhawatirkan dengan adanya peningkatan kasus yang drastis.