Hati-hati Jangan Jemur Bayi dalam Keadaan Telanjang
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BANDUNG – Menjemur bayi merupakan aktivitas yang baik dan kerap dilakukan oleh orangtua. Namun sayangnya, tidak sedikit di antara mereka yang keliru melakukannya, dengan menjemur bayi langsung di bawah sinar matahari dalam keadaan telanjang.
“Cara seperti itu kurang tepat, karena kulit bayi kan masih sangat tipis dan sensitif. Itu yang membuat kulit bayi lebih rentan untuk terbakar sinar matahari,” ujar Dokter Spesialis Anak RSUD Al-Ihsan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Irvan Gazi saat dihubungi, Jumat (25/6/2021).

Menurut Dokter Irvan, menjemur bayi sebaiknya dilakukan mengenakan pakaian, agar kulitnya yang masih sangat tipis tidak terbakar. Hal ini berlaku bagi semua bayi, terutama yang usianya masih di bawah 6 bulan.
“Jangan terlalu lama menjemur bayi. Cukup jemur bayi selama 10-15 menit sehari. Selain itu, menjemur bayi sebaiknya dilakukan sebelum jam 10 pagi. Jika dilakukan di atas jam 10 pagi, efeknya justru tidak baik untuk kulit bayi, karena kadar ultraviolet pada sinar matahari sudah terlalu tinggi,” jelas Dokter Irvan.
Selanjutnya, kata Dokter Irvan, pastikan mengenakan pelindung kepala bagi bayi terlebih dahulu, seperti topi dan kacamata. Tujuannya agar sinar matahari tidak langsung mengenai kepala, wajah, serta mata si kecil.
“Sinar matahari yang langsung ke mata bayi dapat mengganggu retinanya yang masih sangat sensitif,” papar Dokter Irvan.
Sementara itu, Reni Anggraini (25) mengaku baru mengetahui tentang tata cara menjemur bayi yang benar. Sebelumnya ia mengatakan, selalu menjemur bayi secara telanjang.
“Saya kira dengan ditelanjangi, pancaran sinar mataharinya bisa lebih merata. Dan saya kira itu baik,” ucap Reni.
Meski demikian, Reni menyebut tidak pernah secara langsung menjemur bayi di bawah terik matahari. Ia hanya memanfaatkan panas matahari yang memantul dari kaca jendela.
“Alhamdulillah selama ini tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan tahu tata caranya yang baik, pasti nanti akan lebih hati-hati,” pungkas Reni.