Kembangkan Taman Bunga, Koperasi DCML Samiran Berharap Dukungan Yayasan Damandiri
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BOYOLALI — Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah, berharap mendapatkan dukungan penuh dari pihak Yayasan Damandiri, dalam mengembangkan Taman Bunga Merapi Garden di tahun 2021 ini.

Manager Usaha Taman Bunga Merapi Garden, Taufiq Gasuni, mengatakan pihaknya berencana mengembangkan unit usaha koperasi Taman Bunga Merapi Garden ini dengan membangun wahana baru berupa playground atau taman bermain anak-anak dalam waktu dekat ini.
Pembangunan playground dengan sejumlah wahana permainan anak seperti prosotan rencananya akan berada di sisi barat lokasi taman bunga Merapi Garden saat ini. Yakni dengan melakukan penambahan luas areal sekitar 1.200 meter persegi.
Tak hanya itu, di tahun 2021 ini, pihak Koperasi juga berencana membangun cafe berkonsep alam di lokasi Taman Bunga Merapi Garden. Dibangun bertingkat 2-3 lantai, cafe ini nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai gardu pandang serta spot selvie baru di objek wisata Taman Bunga Merapi Garden.
“Di kawasan Selo saat ini keberadaan tempat-tempat wisata semakin banyak. Masyarakat juga semakin sadar akan potensi ekonomi dari sektor pariwisata. Maka tak heran jika sekarang banyak sekali investor luar daerah yang masuk. Karena itu Koperasi sebagai pionir, tidak boleh tertinggal. Harus terus melakukan pengembangan dan inovasi,” katanya.
Dengan sejumlah inovasi ini, Taufiq berharap tingkat kunjungan Taman Bunga Merapi Garden akan semakin meningkat. Apalagi rencananya, pasca pengembangan, jam operasional unit usaha Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran di sektor pariwisata ini bisa dimaksimalkan hingga malam hari.
Ketua Yayasan Damandiri, Letjen (Purn) Soegiono sendiri mengaku senang dan bangga dengan capaian Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, lewat sejumlah unit usahanya termasuk Taman Bunga Merapi Garden. Ia menilai apa yang sudah berhasil dijalankan harus terus dilestarikan dan dikembangkan lebih baik lagi.
“Dari sisi ekonomi, saya bangga. Sebab pendapatan mencapai Rp150 juta per bulan saya kira bukan nilai yang kecil untuk daerah seperti ini. Kalau dulu tidak mungkin pemasukan mencapai Rp150 juta ini bisa didapatkan dari melalui sektor pertanian. Artinya bisnisnya luar biasa. Dampaknya juga cukup besar bagi masyarakat sekitar. Sehingga akan terus kita dukung,” pungkasnya.