Akhir Pekan, Kunjungan Lokawisata Baturaden Mulai Ramai

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Meskipun masih jauh dari tingkat kunjungan pada situasi normal, namun pada akhir pekan ini, tingkat kunjungan ke Lokawisata Baturaden mulai meningkat. Tercatat pada hari Minggu (27/6/2021), jumlah wisatawan mencapai 868 orang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, penjualan tiket masuk Lokawisata Baturaden yang mencapai angka 868 hari ini, terbilang cukup bagus. Sebab, pada hari-hari sebelumnya, tingkat kunjungan hanya pada kisaran 200 – 300 orang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani di Baturaden, Minggu (27/6/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kemarin hari Sabtu (26/6/2021) saja, jumlah pengunjung di Lokawisata Baturaden hanya 278 orang. Alhamdulillah pada hari Minggu ini meningkat cukup banyak,” katanya.

Lebih lanjut Asis menuturkan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat di tempat-tempat wisata, termasuk di Lokawisata Baturaden, seiring dengan peningkatan kasus positif Covid-19. Pembatasan jumlah pengunjung pada tiap objek wisata lebih diperketat lagi dan untuk tempat wisata in door juga ditutup total.

“Kunjungan wisata maksimal 30 persen dan semuanya harus mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker serta ada pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk,” terangnya.

Dari data penjualan tiket di Lokawisata Baturaden, pada hari Kamis (24/6/2021), jumlah pengunjung tercatat 328 orang, kemudian hari Jumat (25/6/2021) menurun menjadi hanya 214 orang dan pada hari Sabtu kemarin, tiket masuk yang terjual hanya 278. Dan hari Minggu ini, kunjungan wisatawan meningkat menjadi 868 orang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, larangan untuk pembukaan wisata in door sangat berdampak terhadap tingkat kunjungan wisata di Banyumas.

“Sangat berpengaruh sekali, penutupan wisata in door dan fasilitas in door pada wisata out door  yang sebenarnya menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, pasti akan membuat kunjungan wisata juga menurun,” tuturnya.

Untuk wisata di Banyumas yang murni wisata in door  sebenarnya belum ada. Namun untuk fasilitas in door pada wisata out door cukup banyak dan semua fasilitas tersebut juga harus ditutup.

Wakhyono mencontohkan, di lokawisata Baturaden sendiri ada beberapa fasilitas in door, seperti objek wisata pesawat yang di dalamnya diisi dengan pemutaran beberapa pertunjukan wisata alam ataupun film dokumenter. Fasilitas in door tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan sekarang sudah ditutup.

Selain penutupan wisata in door, Kabupaten Banyumas juga menerapkan sanksi lebih tegas terhadap pengelola objek wisata yang melanggar ketentuan.

Namun, menurut Wakhyono, sampai saat ini belum adanya pelanggaran terhadap protokol kesehatan di objek wisata, karena sudah terbangun kesadaran di kalangan pengelola tempat wisata, bahwa jika mereka melanggar aturan protokol kesehatan, maka akan merugikan tempat wisatanya sendiri.

Selain itu, tingkat kunjungan wisata secara umum memang belum ada kenaikan, bahkan cenderung sepi.

Lihat juga...