Sajian Lezat Rendang Jengkol Pedas Bertekstur Lembut

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Rendang kerap identik dengan olahan berbahan baku daging. Namun dengan varian bahan baku berbeda sajian rendang bisa dinikmati dalam olahan jengkol.

Yohana, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mengaku mengolah jengkol jadi varian lauk rendang. Saat acara keluarga, rendang jengkol jadi varian lauk bersama dengan jenis lauk opor ayam, kalio dan sayur asam.

Yohana bilang sengaja memilih jengkol sebagai bahan olahan rendang. Musim puncak panen jengkol membuatnya mudah mendapatkan bahan baku. Proses pembuatan jengkol menjadi rendang sebutnya persis sama dengan daging sapi. Tekstur lembut, kenyal, renyah buah jengkol sebutnya diperoleh dari proses pengolahan sebelum dibuat rendang. Jengkol akan direbus, direndam selama dua hari agar lembut dan mengurangi aroma khas.

Selain bahan utama jengkol, Yohana bilang menyiapkan beragam bumbu persis dengan rendang daging. Bahan bumbu tersebut meliputi santan kelapa, bumbu rendang, serai, kunyit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, cengkih, cabai rawit, cabai merah. Bumbu rendang sebutnya diperoleh dengan membeli dalam bentuk jadi di pasar. Sementara bahan lain bisa diperoleh dari kebun untuk menambah kelezatan.

“Saat ini serba praktis sebab untuk bahan baku jengkol sudah dibeli dalam kondisi telah direbus hingga lunak, bumbu rendang pun demikian, proses selanjutnya dengan pengolahan bumbu sebagian dihaluskan dengan cara diulek atau diblender agar aroma wangi semakin terasa,” terang Yohana saat ditemui Cendana News, Sabtu (13/3/2021).

Yohana (kiri) mengolah jengkol dengan bumbu rendang sebagai varian lauk untuk makan bersama di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (13/3/2021). -Foto Henk Widi

Bumbu rendang halus yang telah dibuat jadi sebut Yohana akan ditumis bersama daun jeruk, kunyit, serai, cabai merah dan cabai rawit. Proses menumis dilakukan agar aroma yang dihasilkan bisa menambah cita rasa. Setelah bumbu tumis matang, santan encer kelapa dituangkan tunggu hingga mendidih. Jengkol yang telah direbus masukkan dalam wajan bersama dengan asam jawa, matangkan hingga kuah menyusut.

Proses pembuatan rendang jengkol yang hampir sama dengan rendang daging sebutnya cukup mudah. Agar rendang terbentuk sempurna ia menambahkan parutan kelapa menjadi serundeng. Agar rendang menjadi lebih pekat tambahkan santan penambah rasa gurih. Proses mengaduk dilakukan secara perlahan agar bumbu tercampur sempurna. Pengolahan jengkol dan bumbu dilakukan hingga cokelat kehitaman.

“Aduk semua bahan hingga berminyak seperti rendang daging, setelah matang dinginkan rendang untuk disajikan, “cetusnya.

Penyajian rendang sebut Yohana akan semakin lezat dengan taburan bawang merah goreng. Tekstur lembut, renyah jengkol menurutnya bisa diperoleh dengan proses pemipihan jengkol. Jengkol yang dipipihkan dengan cara ditumbuk memakai cobek batu berfungsi menciptakan rongga. Rongga atau ruang pada jengkol saat dipipihkan menjadikan bumbu meresap sempurna.

Sajian rendang jengkol sebut Yohana kerap jadi pelengkap saat makan prasmanan. Rendang jengkol sebutnya jadi pengganti daging sapi yang dijual seharga Rp120.000 per kilogram. Sementara untuk jengkol ia bisa membelinya seharga Rp35.000 per kilogram. Selain pada jengkol bumbu rendang juga dibuat dalam proses pengolahan daging ayam sajian saat arisan keluarga.

Riyanto, salah satu anggota keluarga penyuka rendang jengkol mengaku menu tersebut menggugah selera. Jengkol dengan ciri khas aroma menyengat dengan proses perebusan, perendaman menjadikan aromanya berkurang. Proses perendaman dengan air mengalir berkali kali menjadikan aroma menyengat hilang. Menikmati rendang jengkol pedas tepat disajikan bersama nasi hangat.

“Rendang jengkol pedas semakin lezat dengan nasi hangat dimakan memakai tangan agar lebih terasa bumbunya saat dicampur,” bebernya.

Riyanto juga menyebut punya tips khusus agar aroma jengkol tidak melekat pada lidah. Salah satu alasan orang enggan makan rendang jengkol karena bau mulut setelah memakannya. Ia memilih membersihkan lidah dengan menggunakan bubuk kopi. Setelah diberi taburan bubuk kopi ia akan menggosok gigi. Langkah itu dilakukan agar aroma tidak menyengat. Netralisir aroma air seni ia memilih minum air putih dalam porsi banyak sehingga menetralisir aroma jengkol.

Wagiran, pedagang jengkol di pasar Bakauheni, menyebut menyediakan bahan olahan kuliner itu dalam kondisi segar dan telah direbus. Jengkol segar dan telah direbus banyak dibeli oleh pemilik warung kuliner. Olahan yang kerap dibuat memakai jengkol berupa kalio dan rendang. Sebagai pengganti daging, jengkol kerap dibeli untuk olahan rendang pada warung makan. Sebagian pedagang menjual jengkol segar untuk pecinta lalapan.

Lihat juga...