Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit Fokus Penarikan Tunggakan Anggota

YOGYAKARTA — Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Krambilsawit melakukan penghentian pencairan sementara pinjaman modal usaha, dalam beberapa bulan terakhir.

Penghentian pencairan sementara pinjaman modal usaha ini dilakukan sebagai bentuk respon koperasi melihat kondisi ekonomi warga masyarakat termasuk anggota koperasi di DCML Krambilsawit yang diketahui sangat terdampak pandemi Covid-19, sehingga mengalami kesulitan membayar angsuran bulanan.

“Sejak sekitar 6 bulan terakhir, proses pencairan dana pinjaman usaha bagi anggota untuk sementara kita stop. Kita tidak bisa sembarangan melakukan pencairan karena dikhawatirkan dana tidak akan bisa berputar, mengingat sudah banyak anggota yang mengalami kredit macet,” ujar Analisis Kredit Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Dinda Supambodo, Rabu (10/03/2021).

Sementara itu pada saat yang sama, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit mengaku akan lebih fokus untuk melakukan upaya penarikan tunggakan anggota. Mengingat banyak anggota yang saat ini kesulitan melakukan pembayaran angsuran bulanan akibat usaha mereka tidak bisa berjalan sebagai dampak pandemi Covid-19 setahun terakhir.

“Untuk saat ini kita lebih fokus melakukan upaya penarikan tunggakan anggota. Agar dana koperasi bisa terus berputar secara maskimal,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sejak 2018, Yayasan Damandiri menetapkan Desa Krambilsawit sebagai desa binaan melaui program Desa Cerdas Mandiri Lestari. Sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga desa, Yayasan Damandiri menggelontorkan dana mencapai Rp2,97 milyar pada Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit.

Dana tersebut disalurkan Koperasi pada seluruh anggota sebagai modal untuk memulai dan mengembangkan usaha warga. Sehingga diharapkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh warga desa semakin meningkat.

Hingga periode tahun 2020 kemarin, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit tercatat telah mampu memutar dan menyalurkan dana pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri hingga mencapai Rp4,741 milyar. Atau berkembang sekitar 37 persen dari modal awal yang digelontorkan sebanyak Rp2,97 milyar.

Jumlah warga desa anggota koperasi penerima manfaat sekaligus pelaku UKM yang mengakses pinjaman modal usaha ini juga tercatat meningkat hingga 400 persen dari saat awal program Desa Cerdas Mandiri Lestari dicanangkan. Yakni dari 315 orang pada tahun 2018 menjadi 1,258 orang pada tahun 2020 lalu.

Lihat juga...