Daya Tumbuh tak Normal, Perhatikan Asupan Gizi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JEMBER – Seseorang yang mengalami pertumbuhan lambat, cenderung rentan terpapar segala penyakit. Maka, sistem antibodi pun tentu saja harus kuat agar tak mudah terserang penyakit.
“Sebagian orang yang mengalami pertumbuhan lambat memang rentan terjangkit penyakit. Pertumbuhan lambat sebagian disebabkan karena faktor kekurangan asupan gizi, natrium, protein, dan daging. Oleh sebab itulah, ia mudah terjangkit beragam penyakit. Apabila sudah sering penyakit menerpa dirinya, usia harapan hidupnya juga menurun,” ujar perwakilan bidang kesehatan anak di rumah sakit dr. Soebandi Jember, dr. M. Ali Shodikin, M.Kes., Sp.A kepada Cendana News, Jumat (26/2/2021).
Pertumbuhan lambat pada seseorang, memang bisa disebabkan dua hal. Karena alamiah dan karena faktor bawaan.
“Sejatinya orang yang mengalami pertumbuhan lambat karena faktor alami, disebabkan kurangnya asupan gizi yang baik, kurang asupan protein, natrium, daging. Pola makan yang baik mempengaruhi aspek kesehatan pertumbuhan. Sedangkan faktor turunan, disebabkan karena orang tua memiliki postur tubuh pendek. Itu sebagian besar akan dibawa genetiknya kepada anak yang dilahirkan,” tambahnya.
Peristiwa melambatnya pertumbuhan seseorang dapat dicegah dan diantisipasi sejak dini. Perlu pula mencari sebab permasalahannya.
“Oleh sebab itu, kesehatan perlu untuk tetap dijaga dengan baik. Baik dari pola makan dan lingkungan supaya tetap bersih. Dengan menjaga lingkungan yang bersih dan menerapkan pola hidup sehat, dapat mencegah pertumbuhan yang melambat. Apalagi bagi ibu hamil dan anak yang baru lahir, harus benar-benar dijaga kesehatannya,” tuturnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan sangat ampuh untuk mengurangi angka pertumbuhan seseorang yang melambat. Namun apabila sudah terjadi, sulit untuk memperbaiki.
Pencegahan yang dapat dilakukan yakni, bagi keluarga suami-istri perlu memperhatikan kesehatan. Indikatornya ada tiga tahapan, prahamil, hamil, dan setelah hamil. Tiga indikator tersebut mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Dampak kesehatan yang buruk tidak saja mempengaruhi pertumbuhan seseorang. Selain itu juga berdampak pada aspek perkembangan otak seseorang.
“Selama ini yang kita pahami keadaan kesehatan yang kurang baik berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik seseorang. Lebih dari itu sebenarnya berpengaruh terhadap daya pikir. Pola pikir yang melambat bisa jadi terindikasi keadaan kesehatan yang kurang baik. Secara fisik terlihat normal, namun perkembangan otak ternyata lambat. Jadi kesehatan sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan manusia. Salah satunya, pola makan yang cukup gizi sangat diperlukan,” tegasnya.
Kesemuanya itu juga bisa bermuara pada meningkatnya sumber daya manusia yang rendah.
“Ke depan kita perlu menyelasaikan permasalahan ini salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan gizi. Ini salah satunya tugas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” imbuhnya.
Terpisah, mahasiswi Universitas Jember Prodi Kesehatan Masyarakat, Holih, menyatakan, sangat perlu diperhatikan bagi seorang balita yang mengalami perkembangan tidak normal.
“Seperti perut buncit. Bisa saja anak tersebut secara umum tidak sehat, dan juga sebaliknya. Bagi anak yang kurus tidak wajar, perlu untuk segera ditangani. Karena gejala seperti itu menyebabkan anak pada masa pertumbuhannya akan terganggu,” paparnya.