Begini porsi makan anak agar terhindar dari stunting

Admin

PONOROGO, Cendana News – Pola dan komposisi atau menu makan bagi anak sering dituding sebagai penyebab stunting.

Faktanya, banyak orang tua lebih sering memberi menu makan pada anaknya asal kenyang sehingga rawan stunting.

Selain asal kenyang, orang tua juga sering memberi menu makan sayur secara berlebih pada anak sehingga sama saja bisa stunting.

Hal tersebut bisa terjadi, karena orang tua kurang memahami pentingnya kandungan protein pada menu makan anak.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Badan Pangan Nasional Rinna Syawal, mengatakan sering terjadi salah kaprah karena orang tua lebih fokus memberikan sayur kepada anaknya.

“Alih-alih sehat, malah muncul sembelit akibat terlalu banyak serat,” katanya dikutip dari laman ponorogokab, Selasa (13/12/2022).

Menurut Rinna, tidak sedikit pula orang tua terlalu banyak memberikan karbohidrat dalam porsi atau menu makan anak agar cepat kenyang.

“Tapi, proteinnya kurang sehingga muncul kasus stunting,’’ katanya.

Untuk itu dia memberikan resep menu makan bagi anak agar terhindari dari stunting.

Dia menyarankan, agar membiasakan membagi piring menjadi empat bagian setiap kali hendak makan.

Seperempat lebih isi dengan makanan pokok, seperempat lebih sedikit lagi tempatkan sayuran.

Kemudian, sisa bagian yang ada diisi sama rata antara lauk pauk dan buah-buahan.

Dia mengatakan, pola makan B2SA menggunakan susunan makanan yang mengandung zat gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dan, jumlahnya menyesuaikan kaidah gizi seimbang.

Diapun menyarankan agar anak-anak selalu mengisi piring dengan komplit setiap waktu makan pagi, siang, dan sore atau malam.

Yaitu, makanan pokok, sayuran, lauk, dan buah-buahan. Tanpa kecuali, lauk telur, karena mengandung protein, vitamin, karbohidrat, serta kalori.

‘’Telur mencukupi kebutuhan protein hewani untuk anak sehingga dapat terhindar dari stunting,’’ jelasnya.

Rinna Syawal menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke SDN 1 Mangkujayan, Ponorogo, pekan ini.

Dalam kunjungan itu dia menyampaikan pesan makan tidak asal kenyang, dan mengenalkan gerakan Ayo Makan Telur demi konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Pramono dalam acara tersebut, pun mengungkapkan tumbuh kembang anak akan berlangsung sempurna kalau kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik.

“Mereka juga akan memiliki kecerdasan yang maksimal,” katanya.

Dia mengatakan, gerakan makan telur setiap hari efektif mengejar target pemerintah menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

‘’Terpenuhinya protein pada anak bisa menekan prevalensi angka stunting,’’ ungkapnya.

Lihat juga...