Tingkat Kematian Covid-19 di Banyumas Mulai Turun
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Setelah sempat mencapai angka kematian tinggi, bahkan melebihi angka kematian nasional maupun Provinsi Jawa Tengah, saat ini berangsur angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Banyumas, menurun.
Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan pada Januari ini kasus kematian total ada 131 orang, dan jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan untuk total kasus kematian di Kabupaten Banyumas saat ini mencapai 346 kasus.
“Sekarang angka kematian pasien Covid-19 Banyumas lebih rendah dibandingkan nasional maupun provinsi. Jika sebelumnya dalam satu hari, rata-rata pasien Covid-19 yang meninggal antara 5-6 orang, dalam minggu terakhir bulan Januari ini sudah menurun kisaran 2-4 orang,” kata Husein, Minggu (31/1/2021).
Selain itu, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Banyumas juga meningkat. Menurut Husein, saat ini angka kesembuhan mencapai 85,48 persen, dan di atas angka kesembuhan Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.
Lebih lanjut Bupati merinci, dari total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas, sebanyak 6.774 kasus, sebanyak 5.791 orang sudah dinyatakan sembuh. Sehingga angka kesembuhan relatif terbilang tinggi.
Guna menekan penyebaran Covid-19, Bupati membuka kesempatan kepada organisasi massa yang ada di Kabupaten Banyumas untuk turut menjai relawan, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Bupati membuka kesempatan kepada ormas untuk melakukan MoU dengan Pemkab Banyumas, terkait pendampingan untuk satu desa.
“Sudah ada beberapa organisasi yang MoU dengan kita untuk mendampingi desa, tetapi jumlah desa di Banyumas total ada 331 desa, sehingga kesempatan masih sangat terbuka, satu desa didampingi satu organisasi,” terangnya.
Tugas dari ormas ini, lanjut Husein, adalah melakukan pendampingan, sosialisasi serta edukasi terkait Covid-19. Sehingga diharapkan, muncul kepatuhan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan yang dilandasi oleh terbangunnya kesadaran. Bukan karena keterpaksaan ataupun takut terhadap sanksi.
Selain MoU, Bupati juga mendorong kepada para pasien Covid-19 yang sudah sembuh, untuk melakukan donor plasma darah. Terutama bagi yang kondisinya sehat, bukan ibu hamil dan bukan ibu menyusui.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan rata-rata setiap bulan penambahan kasus positif Covid-19 di Banyumas pada kisaran 1.920 orang. Namun sebagian merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak perlu mendapatkan perawatan dari rumah sakit.
Sehingga meskipun penambahan kasus positif banyak, namun untuk ruang perawatan atau tempat tidur masih tersedia. “Saat ini masih ada 184 bed yang kosong, jadi daya tampung masih mencukupi,” ucapnya.