Banyumas Hentikan Semua Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Kabupaten Banyumas menghentikan semua kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk seluruh jenjang pendidikan. Menyusul masuknya Banyumas dalam zona merah Covid-19.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, sebelumnya kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka juga sudah dihentikan pada minggu kedua bulan November lalu, setelah salah satu guru pada sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah Kabupaten Banyumas masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19, maka semua uji coba pembelajaran tatap muka dihentikan.
“Uji coba pembelajaran tatap muka, untuk sementara kita hentikan semua, sampai Banyumas keluar dari zona merah,” katanya, Kamis (3/12/2020).
Lebih lanjut Husein menjelaskan, selama ini baik sekolah ataupun siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran daring, sehingga tinggal meneruskan dan memperbaiki hal-hal yang kurang. Husein meminta agar semua pihak berbesar hati menerima keputusan penundaan kembali pembelajaran tatap muka, demi kepentingan bersama dan demi memutus penyebaran Covid-19.
Sebelumnya, pada minggu ketiga bulan September lalu, Kabupaten Banyumas mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Ada tiga sekolah yang dipilih untuk uji coba pembelajaran tatap muka pertama, yaitu SMA Negeri 3 Purwokerto, SMP Negeri 6 Purwokerto dan SD Negeri Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Tiga sekolah tersebut, dinilai yang paling siap untuk melakukan uji coba, dari penyiapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, pengaturan ruang kelas dan lainnya. Memasuki minggu kedua uji coba pembelajaran tatap muka, salah satu guru SMP Negeri 6 Purwokerto terkonfirmasi positif, sehingga PTM di sekolah tersebut dihentikan. Namun, untuk dua sekolah lainnya PTM tetap berjalan.
Dalam perkembangannya, melihat angka penambahan Covid-19 yang sangat signifikan, maka Kabupaten Banyumas memutuskan untuk menghentikan semua kegiatan PTM. Termasuk rencana untuk menambah jumlah sekolah.
Sementara itu, saat ini beberapa sekolah sedang melakukan ujian Penilaian Akhir Semester (PAS). Salah satu guru di SMP Islam Terpadu Putera Harapan, Priyo mengatakan, untuk pelaksanaan kali ini masih secara daring. Sehingga pihaknya meminta agar orang tua memberikan suport dan mengawasi anak-anak di rumah selama masa PAS.
“Kondisinya belum memungkinkan untuk pelaksanaan ujian penilaian akhir semester di sekolah, walaupun sebenarnya dari sisi kesiapan protokol kesehatan, sekolah sudah sangat siap, namun masih banyak orang tua yang keberatan jika dilakukan pembelajaran tatap muka, karena perkembangan Covid-19 sekarang ini cukup mengkhawatirkan,” tuturnya.