Kombinasi KBM Daring dan Luring Picu Kreativitas Guru dan Siswa
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Penerapan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) masih diberlakukan sekolah di Lampung Selatan. Pola KBM luring tatap muka menjadi kreativitas guru untuk menghilangkan kebosanan siswa.

Topan Hariyono, kepala sekokah SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut sejak awal November silam sekolah telah menerapkan KBM tatap muka dengan sistem bergilir. Pola tersebut dilakukan dengan menjadwalkan untuk rombongan kelas 1, 2 dan 3 pada hari Senin, Selasa dan Rabu. Selanjutnya KBM tatap muka dilakukan untuk kelas 4,5 dan 6.
Topan Hariyono menyebutkan, tidak semua orangtua bisa mendampingi anak belajar daring. Sejumlah orangtua yang terbatas pendidikan dan sarana gawai membuat pendampingan siswa terhambat. Siswa juga alami kesulitan konsentrasi belajar dari rumah imbas sejumlah tugas yang diberikan guru. Atasi potensi rasa cemas, stress siswa pola KBM tatap muka diberlakukan.
“Orangtua setuju apalagi sudah hampir dua semester siswa melakukan pelajaran daring, meski KBM tatap muka, penerapan protokol kesehatan tetap diutamakan dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” beber Topan Hariyono saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020).
Topan Hariyono menyebut kendala yang dihadapi guru selama masa belajar daring sebutnya cukup kompleks. Guru sebutnya alami kesulitan mengelola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Waktu pembelajaran yang terbatas dan berkurang selama pandemi berimbas guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar.
Ia menyebutkan, kreativitas guru juga dilakukan untuk capaian belajar yang dituntut kurikulum. Melalui penerapan pemberian materi, tugas sistem antar jemput jadi variasi proses KBM. Guru kelas akan menugaskan setiap ketua kelas yang memiliki jadwal KBM luring tanpa ke sekolah.
Drs. Supangat, wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMPN 1 Penengahan menyebut kebijakan pendidikan di masa pandemi berubah. Penerapan sistem KBM luring dan daring dilakukan dengan pertimbangan kesehatan, keselamatan peserta didik, pendidik, keluarga. Sistem belajar dari rumah (BDR) diterapkan dengan kombinasi kreativitas guru.
“Kami terapkan sistem belajar daring selama PJJ dan telah diterapkan satu semester orangtua juga setuju,” bebernya.
Pihak sekolah juga sebutnya telah menyiapkan jadwal ulangan umum semester ganjil. Penjadwalan dilakukan agar guru dan siswa menyiapkan semua materi. Meski dilakukan secara daring memakai aplikasi sistem tersebut telah terbiasa diikuti para siswa dan guru.
Ulangan umum semester ganjil sebut Supangat akan dilakukan mulai Senin (7/12) hingga Sabtu (12/12). Setiap hari dua pelajaran akan diujikan bagi siswa.
Pitka dan Ezranda, dua siswa SMPN 1 Penengahan menyebut sudah terbiasa melalukan KBM luring dan daring. Kombinasi dari sekolah membuat keduanya kerap tetap ke sekolah dengan sistem terjadwal. Sebagian materi dan tugas dikirim via aplikasi WhatsApp dan Google Clashroom. Sebagian tugas dikirim oleh setiap ketua kelas sehingga siswa tetap bisa mendapat materi pelajaran.