Disporapar Jateng: Obyek Wisata tidak Terapkan Prokes Langsung Ditutup

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Rachmadi di Semarang, Kamis (17/9/2020). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Di tengah pandemi covid-19, pengelola wisata diwajibkan untuk terus melakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Jika melanggar, izin operasional dicabut dan akan langsung ditutup.

“Kita tegaskan kepada seluruh pengelola obyek wisata di Jateng, untuk menerapkan prokes dengan baik dan disiplin. Apabila ada destinasi wisata yang beroperasi, tetapi tidak disiplin, bisa langsung ditutup saat itu juga,” papar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Rachmadi di Semarang, Kamis (17/9/2020).

Dipaparkan, sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP di 35 kabupaten kota untuk ikut mengawasi.

“Jika terpantau melanggar, pengelola akan kita kirimi surat peringatan, termasuk sanksi berupa penutupan satu hari. Kemudian kita evaluasi, jika belum ada perbaikan. Ya, izin dicabut dan ditutup,” papar mantan Kepala Satpol PP Jateng tersebut.

Data saat ini, lanjut Sinoeng, dari 690 destinasi wisata yang ada di Jateng, sudah ada sebanyak 424 destinasi yang mendapat izin untuk beroperasi kembali di masa pandemi. Sementara, untuk yang mengajukan izin buka dan simulasi, ada 51 destinasi.

Dijelaskan, salah satu syarat pemberian izin operasi di masa pandemi ini, obyek atau destinasi wisata tersebut, dinilai dari kesiapan mereka dalam penerapan prokes. Untuk mengecek, dilakukan simulasi terlebih dahulu, selanjutnya akan dievaluasi, apakah izin diberikan atau tidak.

Sementara, Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Muhammad Ngainirrichadl, menandaskan jangan sampai muncul klaster baru covid-19 dari sektor pariwisata. Untuk itu, pihaknya meminta agar pengelola dan pengunjung, bersama-sama menerapkan prokes dengan disiplin.

“Di satu sisi, kami juga mendorong agar ada inovasi dari Dinporapar Jateng bersama para pelaku wisata, untuk menggerakkan pariwisata di masa pandemi. Namun dengan tetap menerapkan prokes secara disiplin,” tandasnya.

Terutama, dengan mendorong gairah pariwisata alam atau wisata terbuka. Saat ini menurutnya, harus ada gaya baru dalam beriwsata, berupa wisata alam. Sebab, konsep wisata di alam terbuka dinilai lebih aman, ketimbang di tempat yang tertutup.

“Contoh terobosan itu adalah dengan membuka wisata-wisata lokal dengan harga terjangkau masyarakat. Misalnya wisata petik kopi, reli wisata dan lainnya,” tandasnya.

Bisa juga, paket wisata one day tour, dengan mengunjungi destinasi wisata alam yang ada di Jateng. “Semaunya berjalan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” lanjut Ngaini.

Pihaknya mendorong agar, pandemi covid-19 yang membuat dunia usaha wisata mati suri, hingga berbulan-bulan, dapat segera berakhir. “Inovasi ini perlu dilakukan, agar para pelaku wisata bisa berkreasi atau berinovasi, jika tidak mereka bisa gulung tikar,” pungkasnya.

Lihat juga...