Terapi Akupresur Memiliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Sistem imunitas tubuh, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Terutama dalam melawan virus, atau bakteri, yang akan menyerang tubuh. Untuk menjaga imun tersebut, ada beragam cara. Termasuk salah satunya, dengan teknik atau metode akupresur.
Akupresur merupakan teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok, yang saat ini sudah diakui oleh WHO. Teknik ini mirip dengan akupunktur, namun tidak menggunakan jarum.
Caranya dengan menekan atau memijit, titik-titik tertentu dari bagian tubuh, menggunakan jari tangan. Mulai dari telapak tangan, telapak kaki, tangan, punggung hingga kepala. Penentuan titik tekan atau pijat ini, disesuaikan dengan keluhan penyakit atau tujuan yang ingin dicapai dari akupresur.
“Akupresur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti membantu meningkatkan sirkulasi darah, merangsang sistem saraf, serta membuat tubuh menjadi rileks dan lebih bertenaga. Untuk para wanita, teknik ini juga bisa digunakan untuk mengurangi nyeri saat datang bulan, dan lain sebagainya,” papar praktisi Keperawatan Holistik, yang juga dosen Keperawatan Unimus Ns Sri Widodo SKep MSc, saat ditemui di Semarang, Jumat (21/8/2020).
Dipaparkan, akupresur diadaptasi dari teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok, dengan cara memberikan tekanan di bagian tubuh tertentu. Tekanan ini bisa diberikan melalui jari tangan, namun tidak menggunakan jarum. Karena itu, akupresur sering kali dinamakan akupunktur tanpa jarum.
“Dengan teknik akupresur, kita lakukan tekanan pada titik-titik tertentu pada tubuh, sehingga bisa mengatasi penyumbatan aliran energi dan mengembalikan keseimbangan energi di tubuh. Tubuh yang sakit pun bisa segera sehat kembali,” terangnya.

Aliran energi dalam tubuh ini dikenal dengan nama meredian, berupa jalur energi yang mengubungkan titik akupresur satu sam lain dan ke organ-organ internal. “Oleh WHO, pada 1998, sudah diakui ada sekitar 400 titik akupresur. Jadi ini sudah diakui dari segi kesehatan, sebagai pendekatan kedokteran. Sementara pada 2015 lalu, Kemenkes juga sudah mengeluarkan panduan akupresur mandiri,” tambahnya.
Sri Widodo menjelaskan, seperti halnya akupuntur, tekanan pada titik-titik tertentu itu akan membantu melancarkan peredaran darah ke organ yang sakit, sehingga organ tersebut bisa berfungsi optimal.
“Di dalam tubuh ini, ada 12 meridian dengan ratusan titik, yang saling terhubung. Misalnya akupresur di punggung, ada banyak titik yang terhubung dengan organ-organ dalam tubuh kita. Aplikasinya bisa untuk banyak hal, seperti sakit influenza, kemudian dilakukan akupresur totok punggung, dalam waktu sehari bisa sembuh. Totok punggung ini juga bisa untuk hipertensi,” terangnya.
Di tengah pandemi Covid-19, terapi akupresur juga mampu meningkatkan imun tubuh. Melalui pijatan atau totokan pada titik tertentu pada tubuh, dapat merangsang imun untuk meningkat.
Namun di satu sisi, ada syarat yang harus dipatuhi dalam terapi akupresur. Misalnya, terapis akupresur harus dalam kondisi sehat dan bugar, saat melakukan terapi tersebut.
“Kemudian, tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami pembekuan darah. Demikian juga, tidak boleh dilakukan kepada ibu hamil. Dikhawatirkan jika terjadi tekanan, yang berhubungan dengan organ di dalam rahim, akan mengakibatkan kontraksi. Ini bahaya untuk janin dalam kandungan,” jelasnya.
Selain itu, orang yang mengalami penyakit infeksi berat atau membutuhan tindakan kegawatdaruratan, juga tidak boleh dilakukan terapi akupresur.
Sementara, salah satu pasien akupresur, Tri Setia Budi, mengaku selama ini dirinya sering mengalami pusing kepala sebelah atau migrain. Terutama saat dirinya kelelahan atau stres.
“Biasanya saya minum obat, namun karena masih sering kambuh, saya coba mencari cara lain, untuk penyembuhannya. Salah satunya melalui terapi akupresur ini. Alhamdulillah, sejak rutin terapi, sudah tidak migrain lagi,” terangnya.
Tri mengaku memilih terapi akupresur, karena tidak menggunakan obat-obatan kimia, dan langsung dilakukan tindakan, berupa pemijatan pada titik-titik tertentu pada tubuh. “Kalau menurut saya, teknik ini lebih nyaman dan aman. Selain migrain, juga bisa untuk beragam penyakit lainnya,” pungkasnya.