Pilkada Serentak, KPU Berlakukan Protokol Kesehatan Ketat

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan kesiapan yang lebih dibanding pada situasi normal. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan, seluruh tahapan pilkada akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara maksimal.

Komisioner KPU RI, Ilham Saputra mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran KPU propinsi dan kabupaten/kota untuk menjalankan protokol kesehatan dan selalu berkooradinasi dengan satgas atau tim gugus tugas setempat.

“Kita tidak ingin sampai muncul klaster pilkada pasca pemilu nanti, sehingga protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Kita juga tidak menutup mata akan adanya petugas kita yang terkena Covid-19, namun demikian langsung dilakukan penanganan dan tindakan preventif secara cepat,” kata Ilham saat berkunjung ke Banyumas, Jumat (21/8/2020).

Untuk petugas pelipatan kartu suara yang direkrut misalnya, sebelumnya wajib dilakukan swab test, untuk memastikan yang bersangkutan tidak terpapar Covid-19. Sebab, media surat suara bisa menjadi salah satu media penularan, sehingga kegiatan pelipatan dan perhitungan surat suara harus dipastikan dijalankan oleh orang-orang yang tidak terpapar Covid-19.

Kemudian untuk tahapan kampanye, Ilham menjelaskan, tidak diperbolehkan menggelar kampanye akbar. Kampanye hanya diperbolehkan dilakukan secara daring atau tatap muka dalam jumlah terbatas.

Sementara untuk petugas KPU juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Salah satu tahapan pilkada yang krusial yaitu pemutakhiran data pemilih atau pencocokan dan penelitian (coklit) sudah selesai dilaksanakan sudah selesai dilaksanakan dan sejauh ini tidak ada laporan petugas yang positif pasca melakukan coklit.

“Tahapan coklit ini krusial, sebab petugas kita banyak bertemu dengan masyarakat secara langsung. Namun, sudah kita bekali dengan APD yang lengkap, seperti sarung tangan, masker, face shield hingga hand sanitizer dan Alhamdulilah semua berjalan lancar dan aman,” tuturnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, KPU RI masih terus melakukan simulasi untuk menemukan format yang tepat dan aman, sehingga proses pemungutan dan perhitungan suara berlangsung aman. Masyarakat juga tidak takut ataupun khawatir datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya.

“KPU juga akan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pilkada serentak nanti, saat ini kita sedang merancang IT, sudah berjalan 80 persen, jadi nantinya rekapitulasi suara berdasarkan IT,” terangnya.

Terpisah, Ketua KPU Purbalingga, Eko Setiawan mengatakan, seluruh anggota KPU dan petugas yang di lapangan sudah dilakukan swab test. Dan dalam menjalankan tugas-tugas tahapan pilkada, mereka juga dilengkapi dengan APD.

“Untuk tahapan coklit di Purbalingga berlangsung aman, semua petugas PPDP kita bekali dengan APD yang lengkap,” jelasnya.

Lihat juga...