Ratusan Pelaku Perjalanan di Sikka Dipulangkan Usai “Screening”
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Sebanyak 178 pelaku perjalanan yang menggunakan KM. Lambelu dari Kalimantan dan Sulawesi akhirnya dipulangkan ke rumahnya masing-masing setelah dilakukan screening oleh tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meski demikian seorang pelaku perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan, ingin tetap bertahan di lokasi karantina terpusat karena keluarganya meminta agar dirinya menjalani karantina terpusat terlebih dahulu.
“Tante saya meminta agar saya tetap di lokasi karantina terlebih dahulu hingga sehat baru kembali ke rumah,” sebut Nikolaus Yeri Goban, pelaku perjalanan dari Makassar asal Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2020).

Yeri sapaannya menyebutkan, dirinya audah 2 tahun kuliah di Makassar dan kembali ke rumah tantenya di Kota Maumere karena sedang libur kuliah dan akan kembali ke Makassar lagi bila aktivitas perkuliahan sudah bisa berlangsung normal.
Dia bahkan meminta agar dilakukan rapid test agar bisa mendapatkan kepastian status kesehatannya sehingga bisa beraktivitas di lingkungan rumahnya tanpa ada protes dari warga sekitar.
“Saya mau jalani karantina di lokasi yang disiapkan pemerintah meskipun sudah menjalani screening oleh tim medis di lokasi karantina dan mendapatkan surat keterangan sehat,” ungkapnya.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir menyebutkan, semua pelaku perjalanan dipulangkan setelah dilakukan screening dan mengantongi surat keterangan sehat.
Daeng Bakir menegaskan, pelaku perjalanan yang tidak pulang karena diminta keluarganya akan diantar oleh tim Gugus Tugas Covid-19 supaya bisa menjelaskan kepada keluarganya dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
“Semua pelaku perjalanan sudah pulang dan kami berikan surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.
Pelaku perjalanan yang pulang juga akan jalani karantina mandiri di rumah mereka dan petugas kesehatan di desa dan kecamatan akan melakukan pemantauan kesehatan mereka.
Sementara itu Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan PT. Pelni Cabang Maumere agar kedepannya kapal Pelni bisa kembali bersandar di Maumere.
Sirilus mengatakan, kalau kapal bersandar di Pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur maka tim Gugus Tugas harus menjemput lagi pelaku perjalanan asal Sikka sehingga sangat menyulitkan.
“Untuk memudahkan koordinasi dan pendataan, maka kedepannya kapal Pelni akan bersandar kembali di Pelabuhan Laurens Say, Maumere,” jelasnya.