Positif Covid-19 di Sumbar Terus Bertambah, Datang dari Luar Daerah

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat terus bertambah per harinya. Dari hasil tes PCR (swab) kasus positif itu kebanyakan orang yang datang dari luar daerah Sumatera Barat. Seperti perjalanan dinas ASN dan pegawai, serta ada juga yang dibawa dari perantau yang pulang ke kampung halaman.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal, mengatakan, situasi ini jauh-jauh hari telah diingatkan oleh Gubernur Sumatera Barat bahwa setiap orang yang masuk ke Sumatera Barat harus melakukan tes PCR (swab). Tujuan hal ini, untuk mengantisipasi orang yang baru datang itu, berkemungkinan terpapar virus Covid-19.

Dikatakannya kini kasus positif Covid-19 kembali bertambah, hal ini bukti bahwa upaya melakukan tes swab kepada setiap orang yang datang dari luar daerah cukup ampuh. Sehingga dapat diantisipasi penyebarannya, untuk itu kepada masyarakat diharapkan untuk mematuhi aturan yang telah ada, seperti yang disampaikan Gubernur.

“Apa pun yang pemerintah lakukan, tanpa adanya dukungan masyarakat untuk mematuhinya, yakinlah bahwa pandemi Covid-19 ini tidak akan berakhir. Untuk itu diharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi semua protokol kesehatan,” tegasnya, Jumat (21/8/2020).

Jasman juga mengungkapkan melihat pada kondisi terakhir hari ini, Jumat (21/8), berdasarkan hasil pemeriksaan 2.003 sampel spesimen oleh Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, dibawah pimpinan dan penanggung jawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, ditemukan sementara 43 sample terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal. -M. Noli Hendra/HO- Jasman

Sebanyak 43 orang positif Covid-19 tersebut, yakni, di Kota Padang sebanyak 23 orang, Kota Bukittinggi (lima orang), Kabupaten Agam (tiga orang), Kabupaten Padang Pariaman (satu orang), Kabupaten Tanah Datar (empat orang), Kota Pariaman (satu orang) dan Kota Payakumbuh (enam orang). Sementara, pasien yang sembuh sebanyak 33 orang

“Jadi tidak dipungkiri lagi bahwa hampir semua yang terkonfirmasi positif Covid-19 punya riwayat datang dari luar Sumatera Barat. Tak bosan-bosannya kami meminta masyarakat. Sepulang dari luar daerah Sumatera Barat, manfaatkanlah test PCR (swab) gratis yang telah disediakan,” pinta dia.

Seperti halnya untuk masyarakat yang menggunakan jalur udara, atau yang masuk pada Bandara Internasional Minangkabau (BIM), telah disediakan swab test gratis. Untuk itu, harap patuhi aturan yang ada, dan jangan berdalih atau malah menolak untuk dilakukan swab test.

“Tes swab-nya gratis, kenapa harus menolak. Lagian ini keselamatan dia dan keluarga serta orang terdekatnya juga,” sebut Jasman.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, juga mengatakan, melihat pada kondisi beberapa hari terakhir, benar telah terjadi penambahan positif Covid-19 di Sumatera Barat. Dari hasil labor menyebutkan, mereka adalah orang-orang yang baru datang dari zona merah atau dari luar daerah Sumatera Barat.

“Sekarang sudah muncul cluster baru di tempat kerja yang selama ini belum bermunculan. Cluster baru tersebut diantaranya salah satu kantor pemerintahan, BUMN, BUMD dan Kampus,” kata Irwan.

Bahkan kini beberapa daerah di Sumatera Barat pun berubah status dari hijau jadi kuning atau orange, dan kemungkinan ada nantinya masuk ke zona merah. Untuk itu, penting dilakukan upaya pengendalian.

Menyikapi hal tersebut, gubernur menginstruksikan kepada kepala SKPD untuk mengingatkan dan selalu mengarahkan staf di lingkungan kerja masing-masing agar mematuhi protokol kesehatan.

“Agar kepala SKPD dalam lingkup pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menindaklanjutinya. Jangan lalai dan anggap sepele. Bila ada kelalaian dan berakibat adanya konfirmasi positif di lingkungan kerja maka akan ada peringatan dari kami unsur pimpinan,” ujar gubernur dengan tegas.

Irwan menambahkan, peningkatan ini banyak berasal dari luar Sumatera Barat. Karenanya, ASN yang datang dari luar Sumatera Barat, diwajibkan swab test dahulu terutama yang melalui udara dan darat.

Sementara berdasarkan tracking dan tracing, sebagian besar yang terpapar berasal dari luar Sumatera Barat. Untuk itu, ASN yang tiba dari zona merah, seperti Pulau Jawa dan beberapa provinsi lainnya wajib tes PCR, gratis tak ada biaya.

“Lindungi dan selamatkan keluarga serta rekan kerja. Saya minta kepala SKPD mengatur teknisnya,” pesan gubernur di akhir instruksi tertulisnya di group WA SKPD Provinsi Sumatera Barat.

Ia juga meminta kepada seluruh ASN yang baru pulang dari luar daerah, sebelum keluar hasil tes PCR nya, dilarang masuk kantor dan hal ini agar jadi perhatian penting oleh seluruh Pimpinan SKPD dan seluruh pimpinan instansi pemerintahan, BUMN, BUMD dan lembaga lainnya di Sumatera Barat.

“Kita punya kekuatan Lab yang bisa bergerak cepat melakukan pemeriksaan sampel spesimen, sehingga tidak perlu berlama-lama menunggu hasil positif dan negatif. Sementara menunggu hasil, isolasi mandiri dulu” tegasnya.

Dikatakannya, swab dapat dilakukan di rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk dan gratis. Hal ini bertujuan menekan penyebaran virus yang berasal dari luar Sumatera Barat.

Lihat juga...