September, Sumbar Mulai Gelar Sensus Penduduk Langsung

Editor: Koko Triarko

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat, Pitono, saat mensosialisasikan Sensus 2020 secara online melalui smartphone pada Februari 2020 di Padang/Foto: M Noli Hendra

PADANG – Sensus penduduk 2020 secara langsung akan dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai September 2020 mendatang, setelah sensus penduduk secara online dilaksanakan pada Maret – Mei 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat, Pitono, mengatakan, mengingat wilayah Sumatra Barat masih berlangsung Pandemi Covid-19, maka seluruh petugas sensus yang ada di kabupaten dan kota harus menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan, agar petugas sensus dan masyarakat yang didatangi benar-benar berada dalam situasi yang aman dan tidak terpapar Covid-19.

Apalagi, perlu ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab oleh masyarakat, ketika petugas sensus datang ke rumah warga. Supaya tidak terjadi kemungkinan penularan virus, harus menerapkan protokol kesehatan.

“Masker adalah hal yang harus dipatuhi oleh petugas sensus nantinya. Karena mereka akan bertemu dengan masyarakat dengan beragam orang dan profesi. Jadi, penting untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya, ketika dihubungi dari Padang, Selasa (25/8/2020).

Pitono juga berharap, masyarakat yang didatangi nantinya bisa membantu petugas dengan cara memberikan waktu untuk mengisi sejumlah data yang diperlukan. Hal terpenting adalah masyarakat juga perlu menggunakan masker, saat bertemu dengan petugas sensus.

“Jadi sama-sama menjaga, petugas menggunakan masker dan masyarakat juga menggunakan masker. Dengan demikian, mudah-mudahan tidak terjadi penularan virus yang tidak diketahui kondisi seseorang itu, apakah terpapar Covid-19 atau tidak,” sebutnya.

Ia mengatakan, tidak hanya kewajiban bagi petugas sensus, tapi kepada semua orang diminta harus menggunakan masker. Apalagi, di Padang jumlah kasus Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari, artinya jaga kesehatan adalah hal utama yang perlu dilakukan.

Wali Kota Padang, Mahyeldi, juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020. Di Padang sendiri, ada 492 orang petugas yang diturunkan oleh BPS, dengan beban tugas masing-masing petugas sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) selama sensus berlangsung.

“Supaya sensus penduduk berjalan secara maksimal, kepada Camat dan Lurah agar membuat jadwal untuk para Petugas Sensus mengunjungi rumah-rumah warga dengan didampingi oleh RT masing-masing setiap harinya,” ujar dia.

Ia berharap, sensus penduduk yang dilaksanakan nanti betul-betul terlaksana dengan baik. Karena hasil data dari sensus penduduk nantinya dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan Pemerintah Kota Padang di masa akan datang.

“Kepada petugas sensus yang telah direkrut oleh BPS Kota Padang, kita harapkan dapat menerapkan protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak selama melakukan pendataan, agar kita terhindar dari penularan virus Covid-19,” harap Mahyeldi.

Lihat juga...