DCML Cilongok Banyumas Budi Daya Cabai Rawit

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Desa Cerdas Mandiri Lestari Cilongok di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, saat ini sedang melakukan budi daya cabai, dan sudah memasuki satu bulan. Tanaman cabai ini ditanam di lahan yang sebelumnya digunakan untuk menanam Terong Jepang.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto, mengatakan, budi daya Terong Jepang sebenarnya hasilnya cukup bagus, hanya saja pasar di Banyumas belum familiar dengan jenis terong tersebut, sehingga pihak koperasi kesulitan untuk menjual dengan harga maksimal.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto di kantor koperasi, Jumat (21/8/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Terong Jepang ini sebenarnya sudah ada kontrak untuk dijual ke Kabupaten Brebes, namun setelah dihitung-hitung untuk akomodasi tidak menutup, sehingga kita batal kirim ke Brebes dan kita jual di pasar lokasi sini dengan harga rendah,” jelasnya, Jumat (21/8/2020).

Ia menjelaskan, hasil panen Terong Jepang kemarin dijual dengan kisaran harga Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Padahal, harga terong jenis tersebut bisa dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram. Dari penjualan hasil panen di pasar lokal, pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri hanya mendapatkan uang senilai Rp800.000.

Sehingga sebagai gantinya, saat ini dilakukan budi daya tanaman cabai jenis rawit. Dipilihnya cabai, karena penjualan hasil panennya relatif mudah.

“Dari kelompok pemuda Cilongok yang mengelola tanaman di Dapur Komunal, menginginkan untuk budi daya cabai saja, sehingga akhirnya kita tanam cabai dan sekarang sudah masuk usia satu bulan,” jelas Tri.

Salah satu kelompok pemuda yang mengelola tanaman cabai, Arif, mengatakan untuk bibit cabai dibeli yang sudah setinggi 5 centimeter. Pihaknya belum mulai melakukan penyemaian bibit sendiri, karena masih memilih jenis cabai yang kualitasnya bagus.

“Nanti setelah kita melihat hasil panen cabai, baru kita pilih yang kualitasnya bagus untuk kita semai dan tanam kembali,” tuturnya.

Menurut Arif, ia dan teman-teman lain memilih cabai karena penjualan hasil panennya mudah dan harga cabai juga bagus. Bahkan, terkadang harga cabai bisa sangat tinggi. Tanaman cabai sendiri usianya relatif cepat untuk bisa dipanen, yaitu masuk usia sekitar 3 bulan. Proses pemeliharaannya juga relatif lebih mudah.

“Usia tanaman cabai ini bisa sampai dua tahun dengan frekuensi panen bisa sampai 15 kali lebih. Sehingga kita memilih bibit yang benar-benar kualitasnya bagus, supaya hasil panen bisa maksimal,” pungkasnya.

Lihat juga...