Warung Cafe Damandiri Tamanmartani Mulai Kembali Beroperasi
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Setelah sempat vakum selama tiga bulan lebih akibat pandemi Covid-19, Warung Cafe Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Tamanmartani, Kalasan, Sleman mulai kembali beroperasi pada bulan Juli 2020 ini.
Sebagaimana dilakukan para pelaku usaha lainnya, unit usaha Koperasi Tamanmartani Sejahtera ini pun menerapkan standar protokol kesehatan bagi setiap pengunjung sebagaimana dianjurkan pemerintah dalam menyambut masa new normal.

Manager Usaha Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Sigit Suryadi, mengatakan pihaknya telah menambah sejumlah sarana pendukung di Warung Cafe Damandiri. Seperti tempat cuci tangan yang ditempatkan di titik-titik strategis, sabun cuci hingga hand sanitizer.
Tak hanya itu, pihak pengelola juga mewajibkan karyawan mamakai masker setiap melayani tamu. Termasuk menyusun bangku atau kursi bagi pengunjung dengan jarak tertentu sebagai bagian penerapan phisical distancing atau social distancing.
“Semua ini kita lakukan dalam rangka mencegah dan mengantisipasi penularan sekaligus penyebaran Covid-19. Selain itu penerapan protokol kesehatan ini juga diharapkan membuat pengunjung tidak merasa khawatir ketika datang ke warung,” ujarnya baru-baru ini.
Mulai buka sejak 14 Juli kemarin, Warung yang dibangun Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari ini, nampak mulai ramai didatangi pengunjung. Meski begitu pihak pengelola menyebut omset warung belum bisa kembali pulih sebagaimana masa sebelum pandemi Covid-19.
“Pasca pandemi ini, omzet Warung menurun sekitar 30-40 persen lebih. Hal ini kemungkinan disebabkan karena daya beli masyarakat yang menurun, masih adanya rasa takut dari masyarakat untuk keluar rumah, hingga belum pulihnya sektor pariwisata di kawasan Prambanan,” ungkapnya.
Sigit mengungkapkan dampak paling terasa yang dirasakan pengelola Warung adalah menurunnya jumlah pengunjung yang memesan secara rombongan. Seperti kumpulan karyawan instansi/perusahaan, maupun kumpulan kegiatan acara.
“Biasanya banyak kumpulan pengunjung yang menggelar acara dan memesan tempat di warung ini. Namun semenjak Covid-19 belum ada sama sekali. Padahal itu yang kita andalkan. Termasuk juga wisatawan dari kawasan Candi Prambanan. Karena memang meski telah buka, pengunjung Candi Prambanan masih sangat minim,” ungkapnya.