Zona Hijau, Sekolah di Desa Kelawi Berlakukan Tatap Muka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejak awal tahun ajaran baru 2020/2021 puluhan siswa usia PAUD dan SD mulai terapkan pembelajaran tatap muka.

Rohana, S.Pd., Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sinar Harapan menyebut, telah memulai pembelajaran tatap muka sejak dua pekan silam. Ia menyebut wilayah yang ada di pedalaman tersebut masuk kategori zona hijau.

Berada di Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, sekolah tersebut berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kecamatan. Meski melakukan pembelajaran tatap muka di zona hijau ia menyebut protokol kesehatan tetap diterapkan. Sejumlah sarana disediakan meliputi tempat cuci tangan, hand sanitizer, penggunaan masker bagi siswa dan orangtua.

Para siswa yang akan masuk ke kelas menurut Rohana menjalani proses pemindaian suhu tubuh. Penggunaan alat thermal gun dilakukan untuk mengecek suhu tubuh anak dan orangtua yang mengantar. Sosialisasi telah dilakukan dengan persetujuan orangtua dengan pertimbangan untuk perkembangan anak.

“Kegiatan belajar tatap muka telah mendapat persetujuan orangtua karena wilayah kami merupakan zona hijau, sebab selama empat bulan sebelumnya anak hanya melakukan kegiatan belajar dari rumah,” terang Rohana saat ditemui Cendana News, Kamis (23/7/2020).

Standar kesiapan pembelajaran tatap muka disebutnya telah dilakukan sebelum tahun ajaran baru. Persiapan diantaranya dengan pembersihan area kelas dengan mengepel dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Wilayah yang berada di pedalaman tersebut menurutnya jarang dikunjungi warga dari luar wilayah zona kuning, oranye dan merah.

Keputusan melakukan pembelajaran tatap muka disebut Rohana karena puluhan peserta didik hanya berasal dari dua dusun. Siswa yang belajar di PAUD Sinar Harapan menurut Rohana berasal dari Dusun Pematang Macan dan Dusun Kayu Tabu. Pekerjaan sebagai petani, pekebun dan nelayan menjadikan wilayah tersebut masuk kategori zona hijau.

“Para guru dan orangtua tetap memperhatikan kesehatan selama pembelajaran tatap muka,” cetus Rohana.

Selain tingkat PAUD, sekolah yang berada di wilayah tersebut yakni SDN 2 Kelawi mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

Sri Hartini, salah satu guru kelas menyebut pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kepada para siswa telah dianjurkan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kelas.

Sri Hartini, guru SDN 2 Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan memeriksa suhu tubuh siswa yang akan masuk ke sekolah, wilayah yang masuk zona hijau di pedalaman Bakauheni membuat belajar tatap muka diterapkan, Kamis (23/7/2020) – Foto: Henk Widi

“Tempat cuci tangan pakai sabun telah disiapkan sebelum masuk kelas juga dilakukan pemeriksaan suhu dengan thermal gun,” cetus Sri Hartini.

Kegiatan pembelajaran tatap muka disebut Sri Hartini sekaligus disambut positif orangtua. Sebab sebelumnya selama empat bulan kegiatan belajar dilakukan dengan sistem online atau daring. Sebagian kegiatan pelajaran jarak jauh bahkan melalui TVRI. Namun kendala ketersediaan kuota dan jaringan internet membuat sistem belajar daring tidak maksimal.

Keputusan membuka pembelajaran tatap muka disebutnya dilakukan dengan protokol kesehatan saat di kelas. Para siswa yang sebelumnya memberi salam dengan jabat tangan kini ditiadakan. Pengaturan tempat duduk siswa yang ada di setiap rombongan belajar atau kelas diatur jarak agar tidak berdekatan.

Ibrahim, salah satu orangtua mengaku sistem pembelajaran tatap muka bisa dilakukan karena wilayah tersebut masuk zona hijau. Sistem belajar daring yang empat bulan telah dilakukan menurutnya jadi kendala. Sebab sebagian orangtua tidak memiliki smartphone untuk belajar anak. Sinyal internet dan kuota yang mahal ikut memberatkan orangtua.

Lihat juga...