Geliat Ekonomi Warga Desa Petahunan di Atas Jalan TMMD

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Senyuman tampak menghiasi warga Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Sambil melambaikan tangan, mereka terus menebar senyuman saat rombongan TNI dari Kodim 0701/Banyumas lewat di jalan rabat beton yang baru saja selesai dibangun.

Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Widi Prasetijono saat berkunjung ke lokasi TMMD di Banyumas, Selasa (28/7/2020) (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Terima kasih bapak-bapak TNI,” seru beberapa warga di pinggir jalan.

Selepas dari tikungan pertama, terlihat puluhan anggota TNI di kanan-kiri jalan. Bersama warga mereka sedang membangun pos kamling di tepi jalan serta meratakan tanah di pinggir jalan.

TMMD Reguler ke-108 Kodim 0701/Banyumas Desa Petahunan ini selesai dilaksanakan dan jalan sepanjang 1.838 meter kini membentang ke arah wisata Curug Nangga yang merupakan wisata kebanggaan masyarakat desa.

“TMMD di desa kami ini. tidak hanya membuka akses jalan ke tempat wisata, tetapi juga membuka jalan untuk hasil pertanian, karena di sepanjang jalan yang dibangun tersebut, ada ratusan warga desa yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian,” kata Kades Petahunan, Rohmat Fadli, Selasa (28/7/2020).

Rohmat menuturkan, selama ini untuk mengangkut satu karung gabah hasil panen, petani harus mengeluarkan ongkos Rp 20.000 hingga Rp 25.000. Karena hasil panen tersebut harus dipanggul oleh kuli panggul dari sawah sampai ke rumah pemiliknya, sebab jalan yang ada hanya jalan setapak saja.

Setelah personel TNI membuka akses jalan, kini para petani bisa lebih mudah mengangkut hasil panen. Mereka bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil bak terbuka untuk mengangkut hasil panen. Biaya yang dikeluarkan juga lebih hemat, untuk menyewa jasa sepeda motor, mereka hanya membayar Rp5.000 per karung gabah.

Sepanjang jalan tersebut, kanan-kiri memang merupakan area sawah. Menurut Kades, sawah di lokasi tersebut merupakan sawah tadah hujan, sehingga hasil panen yang terbatas, sangat berarti bagi kelangsungan hidup para petani.

Selain bermanfaat untuk para petani, jalan TMMD tersebut juga membuka akses ke Curug Nangga. Selama ini sudah ada akses jalan ke curug yang terdiri dari tujuh tingkat air terjun tersebut, namun hanya jalan kecil yang dibuat bertingkat dari bebatuan. Sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dan pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh, dengan jalanan terjal dan menurun.

“Sebelum pandemi, wisatawan yang datang rata-rata hanya sekali, mereka akan berfikir dua kali untuk datang kembali, karena akses jalan yang sulit dan membuat mereka capek. Dengan adanya pembangunan jalan TMMD ini, maka wisatawan sekarang bisa naik kendaraan hingga ke pintu masuk curug, bahkan dari area parkir, curug sudah terlihat dengan jelas,” tuturnya.

Bagi desa, hal tersebut sangat mendatangkan manfaat, karena dipastikan akan menaikan PAD desa. Sebelum pandemi Covid-19, tingkat kunjungan ke Curug Nangga rata-rata sekitar 200 orang pada akhir pekan.

“Setelah jalan TMMD ini jadi dan setelah pandemi selesai, maka saat wisata Curug Nangga dibuka kembali, bisa dipastikan tingkat kunjungan akan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Widi Prasetijono saat berkunjung ke lokasi TMMD mengatakan, sasaran sudah ditentukan dan dari komando di atas, selalu menekankan supaya dipilih yang mempunyai pengaruh besar dan membawa manfaat terhadap masyarakat sekitar.

“Saya melihat sasaran TMMD di Banyumas ini sangat bagus dan bermanfaat untuk masyarakat. Selain membuka akses jalan ke tempat wisata, juga sekaligus membuka jalan untuk transportasi hasil pertanian. Sehingga dipastikan jalan yang dibangun ini akan membuat ekonomi warga sekitar menjadi lebih baik,” katanya.

Terkait pelaksanaan TMMD yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini, Kasdam mengatakan, seluruh prajurit sudah diberikan pesan untuk menerapkan protokol kesehatan. Untuk kegiatan non fisik, juga dilakukan edukasi kepada masyarakat setempat tentang upaya pencegahan.

“Seluruh prajurit sudah kita bekali dengan pengetahuan seputar Covid-19 dan mereka berkewajiban untuk mengedukasi masyarakat selama pelaksanaan TMMD,” jelasnya.

Kasdam yang menyempatkan diri berkunjung ke Curug Nangga juga mengaku baru pernah menjumpai curug yang sampai 7 tingkatan air terjun dan masih sangat alami. Akses jalan yang baru dibuka, ke depan akan membuat objek wisata fenomenal tersebut semakin dikenal luas.

TMMD yang dilaksanakan mulai 30 Juni dan berakhir 29 Juli 2020 ini, menghasilkan jalan rabat beton yang menjadi harapan baru bagi masyarakat desa. Bintara Bakti TNI Staf Teritorial Kodim Heri Sutrisno mengatakan, jalan baru tersebut diberi nama Jalan Prayanangga Kusuma.

“Untuk 500 meter pertama, merupakan jalan kecil yang kita perlebar dan untuk 1.350 meter jalan selanjutnya, merupakan akses jalan yang baru dibuka oleh TMMD ini. Masyarakat sini sangat menyambut baik dan mau bersama-sama mengerjakan jalan dengan personil kita,” katanya.

Selama satu bulan, para prajurit Kodim 0701/Banyumas menginap di bangunan salah satu sekolah di Desa Petahunan. Kerja keras mereka terbayarkan dengan senyuman warga desa yang setiap hari menyapa mereka.

Lihat juga...