Blimbing Sari Resmi jadi Desa Wisata Berbasis Digital

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBRANA – Desa Wisata Blimbing Sari, Kabupaten Jembrana, resmi menjadi destinasi wisata berbasis digital. Hal ini dibuktikan dengan penerapan metode transaksi pembayaran dengan berbasis digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho, mengatakan, terwujudnya desa wisata digital ini merupakan kerja sama dengan Bank BPD Bali dan pengelola serta Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mempersiapkan Desa Wisata Blimbing Sari sebagai salah satu desa wisata yang juga menerapkan tatanan kehidupan era baru di masa depan.

Trisno menambahkan, Desa Wisata Blimbing Sari dipilih sebagai perwakilan desa wisata yang dikelola oleh desa adat  dinilai telah siap menerapkan protokol tata kehidupan Bali era baru termasuk digitalisasi dalam transaksi pembayaran sesuai SE Gubernur Bali No. 3355 Tahun 2020. Untuk itu, Desa Wisata Blimbing Sari diresmikan sebagai Kawasan Desa Wisata Digital yang berbasis QRIS.

“Dalam tatanan kehidupan era baru, digitalisasi merupakan suatu keniscayaan dan wajib diimplementasikan di semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata yang saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Bali,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan peresmian di Desa Blimbing, Jembrana, Rabu (22/7/2020).

Untuk itu, kata Trisno dalam mendukung digitalisasi, QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor dengan skala usaha mikro hingga besar.

Selain itu, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekosistem pendukungnya dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health  dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

Adapun digitalisasi berbasis QRIS di Desa Wisata Blimbingsari telah diterapkan untuk pembayaran mulai dari Bumdes, homestay, water boom, panti asuhan sampai dengan donasi untuk persembahan di gereja tertua di Bali.

Harapannya, melalui peresmian ini akan semakin mendorong percepatan dan perluasan penggunaan QRIS di Bali yang saat ini telah mencapai 105.580 merchant dimana sebaran terbesar kedua berada di Kabupaten Badung sebanyak 27.675 atau 27% dari total merchant QRIS di Bali meningkat sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020.

“Selain itu, selama pendemi Covid-19, yaitu sejak 6 Maret hingga 10 Juli ini, penambahan jumlah merchant QRIS di Bali meningkat hingga 60%. Dari angka tersebut, sebaran di Kabupaten Jembrana masih di kisaran 1,2% atau sebanyak 1.233 merchant,” tandasnya.

Selain melakukan peresmian Desa Wisata Blimbing Sari sebagai Desa Wisata Digital berbasis QRIS, Bank Indonesia juga melaksanakan rangkaian kegiatan panen kakao di Desa Ekasari yang juga sudah terdigitalisasi.

Proses panen kakao di Desa Ekasari selain sudah sesuai dengan protokol kesehatan juga telah didigitalisasi untuk proses dari kakao menjadi cokelat hingga pembayarannya. Sudah diproses dengan QRIS baik untuk penjualan produk, pembelian pupuk hingga kegiatan simpan pinjam yang dilakukan petani kakao.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, Cok Ace menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali berharap tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 9 Juli hingga saat ini akan mampu memulihkan pariwisata Bali dan perekonomian masyarakat.

“Saya sampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia bersama-sama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang telah menginisiasi rangkaian kegiatan penerapan tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali,” kata Cok Ace.

Lihat juga...