Aktivitas Penyeberangan di Bakauheni, Meningkat
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pelaku usaha jasa penyeberangan sektor transportasi darat dan laut di Bakauheni, Lampung Selatan, diuntungkan dengan terjadinya arus penyeberangan menjelang Iduladha.
Sugiyono, pemilik jasa penyeberangan kendaraan ekspedisi menyebut, jumlah kendaraan yang akan menyeberang meningkat signifikan, didominasi angkutan kebutuhan pokok dan ternak untuk kurban.
Pada kondisi normal, Sugiyono menambahkan dalam sehari sebanyak 20 kendaraan menyeberang. Jumlah tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam. Jumlah tersebut meningkat hingga 50 kendaraan per hari jelang Iduladha. Sejumlah angkutan kebutuhan pokok menggunakan jasanya untuk menyeberang.

Kendaraan yang menyeberang dominan golongan IV hingga VI dengan tarif mulai Rp388.000 hingga Rp1,3juta per unit. Fungsi jasa penyeberangan, menurutnya membelikan tiket secara online sebelum kendaraan masuk ke area pelabuhan.
Ia memiliki kantor perwakilan di pasar Bakauheni, agar pengemudi bisa mendapatkan struk pembelian tiket secara online.
“Kendaraan ekspedisi barang yang akan menyeberang dominan mobil kebutuhan pokok jelang Iduladha, saat ini pembelian tiket lebih mudah karena memakai sistem online, perusahaan telah melakukan sistem deposit kepada penyedia jasa penyeberangan,” terang Sugiyono, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (18/7/2020).
Sugiyono menyebut, jasa ekspedisi akan memudahkan proses pengurusan dan peningkatan arus kendaraan menguntungkan pelaku usaha jasa penyeberangan. Sebab, bagi penyedia jasa akan mendapat persentase dari setiap kendaraan yang menyeberang. Makin banyak kendaraan eksepedisi, ia bisa memperoleh keuntungan berlipat.
Satu kendaraan menyeberang, ia bisa mendapat uang jasa ekspedisi Rp50.000. Dalam sehari, 20 kendaraan saja menyeberang ia bisa mendapatkan uang Rp1juta. Uang tersebut akan digunakan untuk operasional sejumlah petugas di lapangan dan operasional kantor.
“Perusahaan pemilik kendaraan masih akan memberikan insentif setiap bulan untuk kelancaran jasa ekspedisi,” paparnya.
Selain kendaraan ekspedisi barang, sub usaha yang ditekuninya juga mengurus travel. Kendaraan travel yang akan menyeberang, menurutnya akan dibelikan tiket online oleh pengurus.
Cara tersebut memudahkan pengemudi yang tiba di pelabuhan Bakauheni. Jelang Iduladha, travel yang menerima banyak penumpang didominasi warga yang akan pulang kampung.
“Saat Idulfitri masih ada larangan mudik imbas Covid-19, namun kini mulai longgar sehingga bisa menguntungkan usaha jasa penyeberangan,” bebernya.
Sektor jasa angkutan laut yang dikelola oleh Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), ikut mengalami peningkatan muatan.
Warsa, ketua DPC Gapasdap Bakauheni, menyebut arus penyeberangan jelang Iduladha mulai meningkat. Longgarnya aturan perjalanan bagi kendaraan, penumpang mendorong peningkatan penyeberangan.
“Saat masa mudik Idulfitri, operator kapal merugi imbas tidak adanya muatan, hanya kendaraan barang,” cetusnya.
Warsa menyebut, dengan mulai meningkatnya kendaraan golongan VII hingga IX, kapal mendapat keuntungan. Sebab, tarif golongan VII mencapai 1,6 juta hingga golongan IX mencapai Rp3,3juta. Kendaraan golongan tersebut didominasi oleh kendaraan barang dan bus besar. Makin banyak muatan yang diangkut, kapal akan memberi profit bagi operator kapal lintas Bakauheni-Merak.
Dalam satu hari, kapal beroperasi mencapai 27 hingga 30 unit kapal. Melayani 5 dermaga reguler dan 1 dermaga ekspress, pelayanan berjalan dengan normal. Sejumlah dermaga reguler di antaranya 1,2 dan 3 menerima penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang. Tanpa wajib memakai surat sehat, mendorong warga menyeberang memakai jasa kapal laut.