SAR Lakukan Pencarian Nelayan Tenggelam di Sungai Burung Tulang Bawang
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Kepala Basarnas Lampung, Jumaril, menyatakan pihaknya terus melakukan upaya pencarian nelayan tenggelam di sungai Burung, Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang.
“Kejadian tenggelamnya nelayan pencari ikan itu terjadi saat berada di perairan timur Lampung tersebut. Korban bernama Rohiman (29), yang naik kapal penangkap ikan dinakhodai oleh Jaya. Dalam keterangannya, sang nakhoda menyebut korban meminta izin untuk buang air besar. Lokasi berjarak sekitar dua meter dari posisi nakhoda menjalankan kemudi. Namun selang beberapa saat, nakohda mendengar suara benda terjatuh,” kata Jumaril, saat dikonfirmasi Cendan News, Rabu (24/6/2020).
Saat melihat ke lokasi benda terjatuh, lanjut Jumaril, Jaya mengaku tidak melihat korban di atas kapal penangkap ikan. Ia dan sejumlah anak buah kapal atau bidak berusaha memanggil korban, namun tidak berhasil menemukan. Pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut ke nelayan lain dan petugas Basarnas untuk membantu proses pencarian.
“Kami mendapatkan laporan dari potensi SAR yang ada di dekat tempat kejadian musibah, sehingga langsung mengirimkan satu tim rescue dari unit siaga SAR Tulang Bawang untuk pencarian dan pertolongan,” terangnya.

Jumaril menambahkan, pencarian korban yang merupakan warga Karanganyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur itu melibatkan 6 personel SAR. Pihaknya juga berkoordinasi dengan unsur Polair Polres Tulang Bawang dan potensi SAR dari unsur nelayan dan masyarakat. Proses pencarian dibagi menjadi dua tim ke sejumlah lokasi.
Tim pertama memakai perahu karet (rubber boat), dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian musibah di aliran sungai Burung. Radius pencarian mencapai 8,5 kilometer dari lokasi kejadian. Tim ke dua melakukan penelusuran memakai perahu nelayan hingga radius 5 kilometer. Ia juga meminta kepada nelayan untuk melaporkan ke Basarnas, jika melihat korban.
Upaya pencarian korban tenggelam, juga terus dilakukan oleh Basarnas Lampung terhadap korban KM Puspita Jaya. Kapal yang tenggelam di Selat Sunda pada Kamis (18/6) tersebut, kata Jumaril mengakibatkan 16 penumpang terhempas. Sebanyak 10 orang penumpang berhasil selamat, dan 6 orang di antaranya masih dalam upaya pencarian.
Jumaril menyebut, upaya pencarian dilakukan berkoordinasi dengan Basarnas Banten, Lanal Banten dan Lanal Lampung. Lokasi KM Puspita Jaya yang tenggelam di sekitar Gunung Anak Krakatau membuat pencarian diperluas. Personil Basarnas Lampung mengerahkan kapal RIB dan KN Basudewa melakukan pencarian hingga perairan Pesisir Barat Lampung.
“Personel Basarnas Lampung ikut memberikan dukungan karena lokasi kejadian musibah sebagian di area Banten,” cetusnya.
Proses pencarian korban kapal tenggelam akibat gelombang tinggi, sebutnya, maksimal selama tujuh hari. Proses pencarian juga melibatkan unsur nelayan, karena arus laut yang berpotensi mengarah ke wilayah Barat, membuat potensi SAR di Tanggamus dan Pesisir Barat ikut dikerahkan. Sebagian korban selamat menurutnya diselamatkan oleh kapal berbendera Amerika Serikat yang melintas, sebagian belum ditemukan.