Pelaku Bisnis di Banyumas Berdayakan Warga untuk Produksi Face Shield

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Obi Suharjono dari Creasindo Karya Media di Purwokerto, Selasa (23/6/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Banyak bisnis baru yang muncul di tengah pandemi Covid-19, salah satunya pembuatan face shield. Terlebih memasuki tahun ajaran baru, dimana anak-anak sekolah bersiap untuk memulai aktivitas, penjualan pelindung wajah juga mengalami peningkatan.

Salah satu pelaku bisnis di Purwokerto, Obi Suharjono mengatakan, ide awal untuk menjual face shield ini bermula dari banyaknya pekerja yang terdampak, mulai dari yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga yang dirumahkan sementara waktu.

“Face shield ini sekarang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sebagai alat pelindung diri di tengah pandemi, karena itu saya berinisiatif untuk membantu pemasaran dari beberapa teman yang mulai membuatnya. Sebagian besar perajin ini merupakan pekerja yang terdampak,” kata Obi, Selasa (23/6/2020).

Ada dua jenis yang diproduksi, yaitu dari bahan mika yang harganya lebih murah dan dari bahan akrilik yang lebih tebal. Untuk face shiled mika, Obi menjual dengan harga mulai dari Rp18.500 hingga Rp20.000 per biji dan untuk face shield akrilik dijual dengan harga Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per biji.

“Kalau face shield dari akrilik bahannya lebih tebal dan lebih awet, karena bahan bakunya juga lebih mahal, maka harganya juga kita jual lebih mahal,” tuturnya.

Pangsa pasar dua jenis face shield juga berbeda.Untuk mika, lebih banyak dibeli oleh anak-anak, mulai dari anak usia PAUD, TK, SD hingga SMP. Sementara untuk akrilik, lebih banyak dipesan oleh pekerja kantoran, seperti perbankan, intansi pemerintah dan lainnya.

“Yang mika ini dalam sehari bisa laku sampai 30 buah, sebagian besar yang beli anak-anak sekolah. Kalau sekarang masuk tahun ajaran baru, penjualan meningkat bisa sampai 50 biji per hari. Sedangkan untuk berbahan akrilik rata-rata penjualan hanya 10 – 20 biji per hari,” jerlasnya.

Salah satu perajin face shield, Rohmat Setiadi mengatakan, ia mulai produksi sejak awal bulan April.

“Untuk pembuatan face shield ini sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya butuh ketelitian supaya ukurannya pas, karena ukuran untuk anak-anak dengan dewasa berbeda, bahkan untuk anak juga dibuat berjenjang mulai dari usia balita hingga usia sekolah,” tuturnya.

Lihat juga...