Pantai Air Panas Kalianda, Alternatif Wisata Husada di Lamsel
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Titik air panas mengandung zat belerang atau sulfur banyak muncul di Lampung Selatan (Lamsel). Di antaranya way belerang Simpur, Sukamandi dan pantai air panas di Kecamatan Kalianda serta di Way Muli Kecamatan Rajabasa dan di Kecamatan Natar.

Spot paling dimintai oleh pecinta wisata alam sekaligus menjadi tujuan alternatif pengobatan ada di pantai air panas Kalianda. Warga setempat menyebutnya dengan way (air) panas.
Bela Yolinda, salah satu penjaga fasilitas pondok air panas menyebut munculnya air panas sudah ada sejak puluhan tahun silam. Uniknya titik air panas bermunculan di pantai menyatu dengan air laut. Belasan titik air panas yang ada berjarak sekitar belasan meter dari bibir pantai.
“Lokasi strategis di tepi jalan lingkar pesisir Kalianda ke Rajabasa hanya berjarak dua kilometer dari pusat kota dan aksesnya mudah ditempuh, fasilitas untuk mandi, bilas air bersih dan kuliner boga bahari bisa dinikmati,” terang Bela Yolinda saat ditemui Cendana News, Minggu (21/6/2020).
Lokasi yang berdekatan dengan pusat wisata kuliner dermaga Bom Kalianda menurutnya bisa ditempuh dalam waktu dua menit. Saat pagi hari kepulan asap dari permukaan air laut layaknya air yang direbus akan muncul. Sejumlah titik air panas ditandai dengan bebatuan yang berwarna putih kekuningan tanda aliran sulfur atau belerang. Saat air surut jelas terlihat, saat pasang ditandai gelembung air.
“Mandi pada air hangat yang kaya mineral sulfur dan zat garam dipercaya bisa menjaga daya tahan tubuh,” cetus Bela Yolinda.
Kunjungan wisatawan rata rata puluhan hingga ratusan orang per hari dan dominan para pencari kesembuhan penyakit kulit. Lokasi pantai air panas banyak dipilih karena tingkat kebersihan air laut yang selalu berganti saat ombak datang. Sensasi mandi air laut dengan khasiat untuk menyembuhkan rematik dipadukan dengan air hangat yang cocok untuk kesehatan.
Sebagai objek wisata alternatif, Bela Yolinda mengaku pengunjung tidak dikenakan biaya parkir. Namun untuk tiket masuk setiap orang hanya dikenakan tarif Rp2.000. Biaya yang cukup murah membuat area parkir kerap tidak mencukupi.
Selain untuk menikmati suasana mandi air panas sebagian wisatawan hanya ingin menikmati suasana pantai sembari menikmati kuliner boga bahari.
“Keberadaan pondok santap dengan menu olahan boga bahari atau seafood menjadikan pantai ini ramai dikunjungi,” paparnya.
Herman, salah satu warga Sidomulyo menyebut mengantar keluarganya yang menderita penyakit gatal gatal. Ia menyebut berdasarkan pengalaman empiris air hangat mengandung belerang bisa menyembuhkan.
“Saya mengantar keluarga asal Jawa Barat kebetulan sedang main ke Lampung, jadi sekalian diantar untuk terapi dan berwisata,” paparnya.
Terapi dengan air panas menurutnya cukup berkhasiat sehingga wisata yang dilakukan cukup bermanfaat. Sensasi air hangat yang mengandung belerang selain untuk mandi sebagian dibawa pulang.
Pengunjung lain, Stevani mengajak serta sejumlah keponakan. Kondisi pantai yang sedang surut dengan ombak tenang membuat kegiatan berenang cukup aman. Ia yang datang mengaku ingin mengobati kaki yang terkena gatal gatal. Kaki sengaja direndam pada titik keluarnya air panas. Tingkat air panas menurutnya cukup tinggi mencapai 70 derajat celcius lebih.
“Airnya cukup panas namun uniknya langsung dingin dan hangat saat ada ombak datang, sembari mandi air laut,” terangnya.