Objek Wisata Pantai Kunyit Untungkan Sektor Usaha Pendukung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Objek wisata bahari pantai Kunyit banyak memberi keuntungan sektor usaha pendukung. Berada di tepi jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bumiwaras, Teluk Betung, Bandar Lampung itu mulai ramai dikunjungi sejak sepekan terakhir. Pantai yang favorit digunakan untuk mandi, berenang tersebut ramai sejak siang hingga petang.

Lukman, salah satu warga di pantai Kunyit menyebutkan, yang datang dominan merupakan wisatawan lokal. Pengunjung memilih mengunjungi pantai saat siang jelang petang menunggu matahari terbenam (sunset).

“Pantai yang ramai dikunjungi menghidupkan sejumlah sektor pendukung seperti usaha kuliner,pedagang ikan segar hingga warga yang mencoba peruntungan sebagai juru parkir yang dominan merupakan warga sekitar pantai Kunyit,” terang Lukman saat ditemui Cendana News, Minggu (21/6/2020)

Lukman menyebut selama masa pandemi Covid-19 sejumlah objek wisata di Bandar Lampung dan Pesawaran masih ditutup. Alternatif mendatangi pantai Kunyit menurutnya jadi pilihan karena lokasinya yang dekat. Sebaliknya pantai Mutun, Sari Ringgung di Pesawaran masih belum dibuka.

Warga yang datang ke pantai Kunyit kerap membeli ikan jenis tengkurungan, selar. Sejumlah ikan lain yang dijual meliputi simba, kuniran, cumi dan kepiting.

“Warga tidak harus pergi jauh ke pasar gudang lelang karena ikan laut yang dijual hasil tangkapan nelayan masih segar,” cetus Lukman.

Pedagang kuliner, Dian Ekawati menyebutkan, sebelumnya omzet penjualan kuliner anjlok. Sebab warga yang akan berkunjung ke pantai Kunyit kuatir akan pandemi Covid-19. Selain itu adanya larangan berkerumun menjadi alasan sejumlah objek wisata sengaja ditutup sementara. Semenjak adaptasi new normal pembukaan objek wisata memberi dampak yang positif bagi usaha miliknya.

“Saya berjualan bakso Malang saat akhir pekan bisa mendapat omzet hanya ratusan ribu, kini bisa tembus satu juta lebih,” bebernya.

Wisatawan yang berkunjung usai melakukan kegiatan mandi, berenang di pantai Kunyit kerap mampir ke warungnya. Berjualan kuliner pada objek wisata menurutnya mengandalkan kunjungan wisatawan.

Saat kunjungan sepi ia tidak bisa berjualan di lokasi lain karena memiliki warung tetap. Beroperasinya objek wisata bahari akan menghidupkan sektor ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata.

Lihat juga...